Gagal ke-32 Besar, Ini Komentar Pelatih Voli Pantai Indonesia

oleh Reza Khomaini diperbarui 02 Agu 2017, 21:42 WIB
Voli Pantai Indonesia, Ade Candra dan Mohammad Yaya berpose dengan WNI di kota Wina usai melakoni laga melawan Austria di Donau Insel, Selasa (1/7/2017). (Bola.com/Reza Khomaini)

Bola.com, Wina - Timnas Putra Indonesia dipastikan gagal melaju ke babak 32 besar Kejuaraan Dunia Voli Pantai 2017 yang diselenggarakan di Wina, Austria, 28 Juli - 6 Agustus. Meski gagal lolos, pelatih Indonesia, Koko Prasetyo Darkuncoro, mengatakan partisipasi Indonesia di kejuaraan voli pantai dunia memberikan dampak positif bagi anak asuhnya. 

Advertisement

Pada babak kualifikasi Grup I, duet Ade Candra Rachmawan/Mohammad ’’Yaya’’ Ashfiya tidak mampu memetik kemenangan dari tiga lawan. Pasangan voli pantai terbaik Tanah Air itu menyerah dengan skor serupa masing-masing 0-2 dari Kanada, Spanyol, dan terakhir tuan rumah Austria.

Pada laga terakhir melawan pasangan Austria, Martin Ermacora/Moritz Pristauz-Telsnigg, di centre court Donau Insel, Selasa (1/7/2017), Ade Candra/Yaya sebenarnya memiliki kans lolos dari babak penyisihan grup sebagai predikat 3 terbaik. Pada set pertama, pasangan Indonesia sempat unggul 12-8. Namun keunggulan tersebut tidak mampu dioptimalkan Ade Candra/Yaya.

Tuan rumah yang mendapat dukungan penuh publik setempat berhasil mengejar ketertinggalan dan mengakhiri set pertama dengan skor 21-18. Pada set kedua, dominasi Austria makin menjadi. Ade Candra/Yaya terlihat sulit keluar dari tekanan dan menyerah 12-21.

‘‘Kami mohon maaf kepada masyarakat Indonesia dan juga WNI yang hadir mendukung perjuangan kami di kejuaraan ini, kami tidak bisa memenuhi target lolos dari grup,’’ ucap Ade Candra kepada Bola.com setelah pertandingan kontra Austria.

Menanggapi kegagalan anak asuhnya lolos ke babak 32 besar, Koko Prasetyo, mengatakan anak asuhnya mendapat banyak pelajaran berharga dari kejuaraan ini. 

‘‘Meski kalah, tapi banyak hal positif yang bisa didapat dari kejuaraan ini. Di antaranya sudah pasti wawasan kedua pemain akan semakin luas dan ilmu yang diperoleh untuk Candra dan Yaya juga tidak sedikit,’’ ujarnya.

Koko menambahkan dengan menjalani tiga laga melawan pasangan yang sudah malang melintang mengikuti turnamen voli pantai level atas dunia, mental Ade Candra/Yaya sudah pasti lebih terasah. Kejuaraan dunia ini merupakan kejuaraan perdana bagi kedua pemain. ‘‘Mereka kini semakin percaya diri. Mereka banyak mendapat pelajaran. Saya yakin, skill dan teknik bermain keduanya akan meningkat, ’’ kata Koko.

Hasil minor di Austria, masih menurut Koko, sangat bagus untuk persiapan ke turnamen-turnamen berikutnya yang levelnya di bawah Kejuaraan Dunia Voli Pantai 2017. ’’Ini bisa menjadi ajang persiapan untuk Asian Games 2018. Keduanya telah banyak belajar dari kejuaraan di Austria,’’ ucap Koko.