Canda Tak Biasa Choirul Huda Sebelum Laga Persela Vs Semen Padang

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 15 Okt 2017, 21:50 WIB
Asisten pelatih Persela Lamongan, Ragil Sudirman, sempat melihat ada yang tak biasa dengan Choirul Huda sebelum laga kontra Semen Padang. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Lamongan - Pelatih kepala Aji Santoso mengaku tidak memiliki firasat meninggalnya kiper Persela Lamongan, Choirul Huda, pada Minggu (15/10/2017). Choirul Huda meninggal dunia setelah tak sadarkan diri karena mengalami benturan dalam laga Persela kontra Semen Padang di Stadion Surajaya, Lamongan.

"Saya tidak melihat sinyal aneh akhir-akhir ini. Semuanya terlihat biasa-biasa saja. Huda dan saya setiap hari berinteraksi selama latihan" tutur eks pelatih Arema FC tersebut.

Advertisement

Namun, ada perbedaan yang mencolok pada diri Huda dalam seminggu terakhir. Menurutnya, pemain Persela paling loyal itu tampak sangat bersemangat. Hanya saja, Aji tak pernah tahu apa yang membuatnya berubah.

Aji tak menampik semangat luar biasa yang ditunjukkan Huda selama sepekan terakhir lantaran posisinya sebagai kiper utama Persela mulai tergeser oleh Ferdiansyah.

Dalam beberapa pertandingan terakhir, Huda memang tidak dipasang sebagai starter karena dianggap kurang siap. Perannya sebagai penjaga gawang andalan Persela tergusur sejak kekalahan 0-2 dari Arema FC. Ia ditarik keluar oleh Aji saat pertandingan sedang berlangsung.

Berbeda dengan Aji, asisten pelatih Persela Ragil Sudirman mengaku mendapatkan firasat. Sebelum pertandingan setelah briefing di ruang ganti, Huda sempat mengajaknya bercanda.

Huda sempat mengatakan kalau wajah Ragil sekarang agak putih. Kiper berusia 38 tahun kemudian bergantian mengungkapkan kalau wajahnya sekarang sudah putih.

"Dia bilang apakah saya tidak ingin seputih dirinya. Saya menolak karena saya merasa lucu saja kalau wajah saya putih sementara bagian tubuh yang lain tidak," katanya sambil menceritakan jika Huda saat itu langsung tertawa.

Ragil saat itu merasa ada yang berbeda dalam diri Huda meski ia menepisnya. Meski Huda suka bercanda, Ragil melihat ada yang berbeda dalam canda sang pemain. Firasat itu terbukti ketika Huda tak sadarkan diri akibat tertabrak Ramon Rodrigues jelang akhir babak pertama.

"Saya melihat dia berbeda, tapi saya tidak menyangka kalau Huda meninggal hanya dalam hitungan menit setelah bercanda dengan saya," ucap Ragil.

Keruan saja, Ragil merasa sangat terpukul setelah mendapatkan kabar dari ofisial tim yang mengaku mendapat kabar dari pihak RS dr Soegiri bila kiper gaek tersebut meninggal. "Ya Allah, saya tidak mengira kalau canda gurau di ruang ganti itu komunikasi terakhir dengan Choirul Huda," ia menuturkan.