Puluhan Pelayat Ramaikan Rumah Duka Choirul Huda Setiap Hari

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 19 Okt 2017, 05:30 WIB
Ponaryo Astaman bersama putra almarhum Choirul Huda. (Bola.com/Zaidan Nazarul)

Bola.com, Lamongan - Kepergian selamanya Choirul Huda meninggalkan duka mendalam bagi banyak orang. Hingga hari ketiga setelah Choirul Huda pergi untuk selamanya, rumah duka almarhum tak pernah sepi pelayat. Selalu ada tamu yang datang berkunjung.

"Setiap hari ada puluhan orang datang ke rumah almarhum Cak Huda (panggilan Choirul Huda). Kebetulan rumah saya dekat dengan rumah Cak Huda, jadi saya tahu persis kondisi rumah duka setelah beliau meninggal," ujar Hangga Andika, media officer Persela Lamongan.

Mulai kolega, teman, kerabat, tetangga, hingga suporter meluangkan waktu menyampaikan dukacita pada keluarga yang ditinggalkan.

Advertisement

Hangga menyebutkan ada nama Ponaryo Astaman selaku perwakilan APPI dan sejumlah pengurus PSSI yang mendatangi rumah duka. Selain itu masih banyak lagi teman seangkatan Huda yang datang melayat untuk menyampaikan belasungkawa ke keluarga.

Sebut saja Charles Putiray, Eko Jono, Ainur Rochim, Zainal Arifin, dan beberapa rekan seangkatan Huda di Persela. Mereka adalah sederet eks pemain Persela yang kini sudah pensiun.

"Yang datang terus mengalir. Semua tahu Cak Huda orang baik, jadi yang datang sampai Rabu (18/10/2017), masih sangat banyak," jelas Hangga.

Istri almarhum Choirul Huda, Lidya Anggraeni, menyampaikan hal sama. "Sejak suami tidak ada, rumah ini tidak pernah sepi. Selalu ada yang datang. Saya juga baru tahu ternyata teman suami lebih banyak dari yang saya tahu selama ini," ujar Lidya saat ditemui di saat ditemui di rumah duka di Jl. Basuki Rahmat, Lamongan.