Bos Yamaha: Rossi dan Vinales Tak Bisa Bersaing akibat Ban

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 30 Okt 2017, 09:15 WIB
Bos Yamaha, Massimo Meregalli, menilai performa ban yang telat mencapai suhu ideal membuat Maverick Vinales dan Valentino Rossi gagal bersaing di MotoGP Malaysia. (dok. MotoGP)

Bola.com, Sepang - Bos Yamaha, Massimo Meregalli, bisa memahami alasan Maverick Vinales dan Valentino Rossi gagal tampil kompetitif pada MotoGP Malaysia yang berlangsung di Sirkuit Sepang, Minggu (29/10/2017). Meregalli menilai, kondisi ban yang telat mencapai suhu ideal menjadi faktor penyebab kedua pebalapnya itu tercecer.

Advertisement

Rossi dan Vinales mengalami penurunan performa pada balapan MotoGP Malaysia. Tampil di tengah kondisi lintasan yang basah, keduanya terlihat kesulitan merangsek ke barisan terdepan pada balapan.

Rossi harus puas finis di urutan ketujuh dengan catatan waktu lebih lambat 30,796 detik dari Andrea Dovizioso yang menjadi kampiun. Adapun Vinales berada dua tingkat di bawahnya dengan selisih 38,847 detik dari pebalap terdepan.

"Kami sudah tahu sejak awal cuaca akan menjadi faktor penting dalam melakoni balapan. Kami punya catatan waktu di lintasan basah yang hasilnya sangat positif, terutama Maverick Vinales. Namun, ketika balapan situasinya berbeda dan kami harus mengerti akan hal itu," kata Meregalli seperti dikutip situs resmi Movistar Yamaha, Minggu (29/10/2017).

"Para pebalap tidak bisa menghangatkan ban belakang sampai pertengahan balapan dan ini membuat mereka tercecer. Ketika kondisi ban mulai membaik dan catatan waktu lap meningkat pesat, sayangnya semua sudah terlambat," ujar pria asal Italia itu.

Hasil tersebut membuat Maverick Vinales tetap berada di urutan ketiga klasemen sementara MotoGP 2017 dengan raihan 226 poin. Sementara itu, Valentino Rossi tak berkutik dari urutan keempat dengan nilai 197 poin.

"Sekarang kami akan menaruh semua fokus pada balapan terakhir di MotoGP Valencia dua pekan lagi. Tantangan kami di klasemen pabrikan dan persaingan gelar juara telah berakhir, namun kami masih memiliki tujuan untuk bangkit dan mengakhiri musim di posisi tertinggi," ucap Meregalli.