Prestasi Atlet Atletik Indonesia Dinilai Stagnan

oleh Andhika Putra diperbarui 15 Feb 2018, 17:50 WIB
Mantan pelari nasional, Mochammad Harianto, menilai prestasi atletik Indonesia hanya jalan di tempat.(Bola.com/Peksi Cahyo)

Bola.com, Jakarta - Mantan pelari nasional, Mochamad Harianto, mengeluhkan prestasi atlet atletik Indonesia dinilainya stagnan. Menurut Harianto, hal tersebut disebabkan mental atlet atletik Indonesia kurang terbentuk.

Pada test event Asian Games 2018, 11-14 Februari 2018, Indonesia hanya mampu menyumbangkan empat medali emas dari 37 nomor yang dilombakan. Padahal atletik merupakan cabang yang diharapkan bisa mendulang banyak medali pada Asian Games 2018.

Advertisement

"Indonesia atletiknya sudah maju, tetapi jalan di tempat. Di saat Indonesia mulai berkembang, negara lain sudah satu langkah lebih maju," ujar Harianto kepada Bola.com, Kamis (15/2/2018).

"Kurangnya pembinaan juga menjadi masalah. Beberapa perlombaan di level junior jarang dihelat sehingga atlet Indonesia kurang wadah untuk mengasah diri," sambung atlet era 1977-1982.

Terkait hal tersebut, Harianto meminta PB PASI meniru Jamaika yang berhasil mencetak banyak pelari hebat. Harianto menilai Indonesia memiliki fasilitasi yang lebih baik ketimbang Jamaika.

'Di Jamaika setiap seminggu sekali ada kompetisi sprint tingkat junior. Itu hal yang harus ditiru karena atlet [atletik](3286343 "atletik") Indonesia kekurangan kompetisi saat ini," tutur Harianto.

Berita Terkait