68 Pebulutangkis Siap Berebut Super Tiket di Audisi Umum Balikpapan

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 15 Apr 2018, 18:55 WIB
Sebanyak 68 pebulutangkis muda Baikpapan bakal berebut Super Tiket pada hari terakhir Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 di GOR Hevindo, Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (16/4/2018). (dok. PB Djarum)

Bola.com, Balikpapan - Sebanyak 68 pebulutangkis muda lolos ke hari terakhir Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 yang akan digelar di GOR Hevindo, Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (16/4/2018). Mereka akan bertarung memperebutkan Super Tiket ke babak Final Audisi Umum di Kudus, Jawa Tengah.

Advertisement

Para peserta yang lolos berhasil memberikan penampilan terbaik pada tahap penyisihan yang dihelat, Minggu (15/4/2018). Mereka menunjukkan kemampuan dasar dan teknik bulutangkis di bawah pantauan tim pencari bakat yang terdiri dari Christian Hadinata, Fung Permadi, Yuni Karika, Sigit Budiarto, Lius Pongoh, Denny Kantono, Tri Kusharyanto, Hastomo Arbi, Sulaiman, dan Engga Setiawan.

Pada peserta yang lolos didominasi nomor putra dari kategori umur U-11, U-13, dan U-15 yang sama-sama menyumbang 16 wakil. Adapun U-11 Putri menyisakan empat peserta, U-13 Putri serta U-14 Putri yang sama-sama menyisihkan delapan peserta.

Para peserta tersisa kemudian akan kembali bertarung pada hari terakhir Audisi Umum dengan sistem gugur. Peserta terbaik dari masing-masing kategori bakal mendapatkan Super Tiket ke tahap final yang akan berlangsung di GOR Djarum, Jati Kudus, pada 7-9 September 2018.

Manajer Tim PB Djarum Fung Permadi berpendapat, kesempatan masih tetap terbuka bagi para pebulutangkis muda yang gagal. "Meski sudah sempat sampai Tahap Karantina di Kudus setahun lalu, tetap mereka ini harus mulai lagi dari nol dari Audisi Umum," kata Fung dalam rilis yang diterima Bola.com, Minggu (15/4/2018).

"Namun, dalam setahun pun mereka harus kembali mengasah kemampuannya. Kita lihat kembali apakah pada Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 di Balikpapan ini, apakah ada kemajuan atau tidak," ucap Fung Permadi.