Asian Games 2018: Eko Yuli Belajar Banyak dari Kegagalan di SEA Games 2017

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 23 Apr 2018, 22:25 WIB
Atlet Tim Indonesia, Eko Yuli Irawan, berfoto setelah menerima asuransi kesehatan dari AXA Mandiri secara simbolis di AXA Tower, Jakarta, Senin (23/4/2018). AXA Mandiri menjadi salah satu official partner Asian Games 2018. (Bola.com/Nick Hanoatubun)

Bola.com, Jakarta - Atlet angkat besi Indonesia kelas 62 kg putra, Eko Yuli Irawan, mengaku memiliki motivasi lebih tinggi pada Asian Games 2018. Motivasinya makin terlecut setelah gagal meraih medali emas di SEA Games 2017.

Eko Yuli Irawan hanya meraih medali perak pada SEA Games 2017 dengan terhenti di angkatan 306 kg. Eko Yuli kalah dari lifter Vietnam yang baru pertama kali tampil di SEA Games, Trinh Van Vinh.

Gangguan jelang keberangkatan ke Malaysia menjadi kendala yang dihadapi Eko Yuli. Namun, pengalaman itu pula yang membuatnya belajar untuk mempersiapkan diri lebih baik menghadapi Asian Games 2018.

Advertisement

"Dua pekan sebelum berangkat ke SEA Games, saya mengalami gangguan kesehatan. Saya mengalami diare dan panas tinggi. Jadi dua minggu pemulihan tidak cukup untuk mengembalikan kondisi saya ke puncak performa. Dengan kondisi tersebut, saya tetap berusaha maksimal saat bertanding," ujar Eko Yuli kepada Bola.com di sela-sela penandatanganan kerja sama antara AXA Mandiri dengan Komite Olimpiade Indonesia di AXA Tower, Jakarta, Senin (23/4/2018).

"Saya sudah melakukan persiapan untuk Asian Games 2018 sejak Oktober tahun lalu. Saat itu saya beristirahat selama kurang lebih dua bulan setelah SEA Games dan langsung melakukan persiapan untuk Asian Games. Sekarang saya belajar untuk lebih memperhatikan kesehatan, jika membutuhkan multivitamin langsung disiapkan oleh PABBSI. Apalagi sekarang pelatnas untuk Asian Games dana dari pemerintah langsung ke PABBSI, sehingga segala yang kami butuhkan langsung bisa didapatkan," lanjutnya.

Pada Asian Games 2014 di Incheon, Eko Yuli menyabet medali perunggu yang kemudian diteruskan dengan menyabet medali perak di Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, dan medali perak di SEA Games 2017 di Malaysia. Atlet berusia 28 tahun itu termotivasi tampil lebih baik di Asian Games 2018. Namun, Eko mengaku masih enggan untuk bicara soal target.

"Motivasinya tentu harus lebih tinggi, apalagi Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Semoga nanti bisa tercapai semua target pribadi maupun tim. Satu yang pasti saat ini saya belum bisa bicara target karena masih ada beberapa bulan persiapan dan lawan-lawan juga masih melakukan persiapan. Kami belum punya catatan lawan, jadi sekarang saya hanya waspada dan melakukan persiapan yang lebih baik," ujarnya.

Berita Terkait