Indonesia Siapkan Taktik Alternatif pada Piala Thomas dan Uber 2018

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 07 Mei 2018, 21:10 WIB
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti, saat ditemui di Pelatnas Bulutangkis, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (7/5/2018). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Indonesia menyiapkan taktik khusus untuk tim putra dan putri Indonesia yang akan turun pada Piala Thomas dan Uber 2018, di Bangkok, Thailand, 20-27 Mei. Taktik yang dimaksud melakukan bongkar pasang di nomor ganda, baik di tim putra maupun putri.

Di sektor putra, ganda pertama ditempati pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Posisi mereka sebagai ganda andalan kemungkinan tak akan diutak-atik. 

Advertisement

Adapun di sektor putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu menjadi ganda pertama. Mereka menjadi satu-satunya ganda putri Indonesia yang menempati ranking 10 besar dunia. 

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti, menyatakan di Piala Thomas dan Uber ada kemungkinan melakukan bongkar pasang, terutama pada ganda kedua. Hal itu berlaku di sektor putra dan putri. 

"Pada sektor putra, ganda pelapis Kevin Marcus kan ada yang senior dan pasangan satunya lebih muda. Tinggal kami atur saja sesuai kebutuhan. Cari formasi terbaik, mungkin dipecah, kemudian dikombinasi lagi," kata Susy, saat berbincang dengan Bola.com di Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur, Senin (7/5/2018). 

Selain pasangan Kevin/Marcus, tim Indonesia membawa ganda Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Adapun di sektor putri, selain Greysia/Apriyani, ada pasangan Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta dan Ni Ketut Mahadewi Istarani/Nitya Krishinda Maheswari. 

"Kami memilih anggota tim yang fleksibel, dipasangkan dengan siapa saja. Jadi dilihat yang secara main bagus, punya mental, dan kebersamaan yang bagus dengan rekannya. Dukungan yang baik ke tim," ujar Susy. 

"Pasangan cadangan itu harus fleksibel, apalagi juga harus mengantisipasi ada yang cedera saat turnamen," sambung Susy. 

Taktik membongkar pasangan ganda itu pernah diterapkan saat Kejuaraan Asia Beregu Bulutangkis 2018. Saat itu, Marcus cedera dan Kevin sempat dipasangkan dengan Ahsan. Strategi serupa kemungkinan akan kembali diadopsi pada Piala Thomas dan Uber 2018

 

 

Berita Terkait