Griezmann Sedang Dibentuk Jadi Legenda Prancis Seperti Zidane

Oleh Tim Boladotnet diperbarui 13 Jul 2018, 16:17 WIB
Pemain timnas Prancis, Antoine Griezmann merayakan kemenangan atas Belgia pada babak semifinal di Stadion St. Petersburg, Selasa (10/7). Gol Samuel Umtiti mengantarkan Prancis mendepak Belgia sekaligus lolos ke final Piala Dunia 2018. (AP/Pavel Golovkin)

Bola.com, Jakarta Antoine Griezmann bisa dikatakan sebagai pemain terbaik Prancis di Piala Dunia 2018 Rusia dengan tiga gol yang sudah dia persembahkan. Dan Paul Pogba percaya rekan setimnya itu sedang menempuh jalan yang tepat untuk menjadi salah satu legenda Les Bleus.

Prancis akan bertanding dengan Kroasia di final Piala Dunia 2018 Rusia, Minggu (26/7) pukul 22.00 malam WIB mendatang. Griezmann pun diprediksi akan sekali lagi menjadi andalan Prancis dan berpeluang menambah pundi-pundi golnya.

Advertisement

Pertandingan itu tidak akan mudah, Kroasia sudah membuktikan diri sebagai tim tangguh yang tak mudah dikalahkan. Di atas kertas Prancis memang lebih diunggulkan, tetapi pertandingan sebenarnya terjadi di atas lapangan, dan Kroasia terbukti tim yang tak bisa diremehkan.

Pogba pun percaya Griezmann akan segera menjadi legenda Prancis sebagaimana yang dilakukan Zinedine Zidane beberapa tahun silam. Baginya, sosok Griezmann sangat dicintai publik Prancis.

"Zinedine Zidane adalah legenda dan ikon sepak bola, dan Griezmann sedang berada di jalur menuju salah satu legenda juga," ucap Pogba dikutip dari marca.

"Dia adalah orang yang sangat dicintai di Prancis, di lapangan dia membuktikan kehebatannya, dan saya ingin dia mencetak gol di final Minggu besok."

2 dari 2 halaman

Bukan Kelemahan

Para pemain Prancis merayakan gol yang dicetak oleh Antoine Griezmann ke gawang Argentina pada laga 16 besar Piala Dunia di Stadion Kazan, Sabtu (30/6/2018). Prancis menang 4-3 atas Argentina. (AP/Sergei Grits)

Menyoal Kroasia sebagai lawan Prancis nanti, Pogba mengaku laga itu tak akan berjalan mudah. Meski banyak pihak yang menilai Prancis diuntungkan dengan lelahnya para pemain Kroasia, tetapi Pogba merasa hal itu tak terlalu berarti.

Kroasia harus bermain selama 120 menit di tiga laga sebelum final, dua di antaranya dituntaskan dengan adu penalti. Hal ini dianggap sebagai salah satu keuntungan Prancis.

"Saya tidak tahu kelelahan Kroasia adalah kerugian mereka, saat melawan Inggris mereka tak pernah menyerah."

"Saya sadar kekalahan selalu menyakitkan, jadi kami ingin mengakhiri turnamen ini dengan baik," tutup Pogba.

 

Sumber: Bola.net

Berita Terkait