Perjuangan Kiper Persipura Menghadapi Berat Badan Berlebih

oleh Iwan Setiawan diperbarui 30 Agu 2018, 18:45 WIB
Kiper Persipura, Pierre Kahol (biru), berjuang melawan kegemukan. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Batu - Kiper cadangan Persipura Jayapura, Pierre Florencio Fernando Kahol, sempat jadi pemain paling 'berat' di Indonesia. Pemain 22 tahun tersebut sempat memiliki berat badan 110 kilogram! Padahal, tingginya hanya 175 centimeter sehingga Pierre terlihat tambun.

"Musim lalu, saya ambil dia dari tim muda Persipura. Beratnya 100 kg lebih. Tapi ,ada kelebihan yang dia punya sehingga Pierre bisa masuk ke tim senior. Refleksnya sebagai kiper sangat luar biasa," kata Alan Haviluddin, pelatih kiper Persipura.

Advertisement

Pierre juga diprediksi bisa jadi kiper utama tim berjuluk Mutiara Hitam. Dengan catatan, dia harus menurunkan berat badannya menjadi 80 kilogram.

"Sekarang masih 90-an kg beratnya. Tapi, saya lihat dia punya kemauan yang keras karena sudah 20 kilo badannya turun," lanjut mantan pelatih kiper Madura United itu.

Dalam setiap sesi latihan, Pierre dapat porsi lebih banyak. Ketika latihan sudah berakhir, dia masih harus berlari mengelilingi lapangan.

Pierre juga dapat perhatian khusus dari dokter tim Persipura, Agustinus Heatubun. Terutama dalam hal konsumsi makanan. "Dia kalau dapat latihan berat, makannya juga berat," kata Agustinus, lalu tertawa.

Namun, di meja makan, porsi yang diambil selalu diawasi. "Yang belum bisa dikontrol, makanan yang delivery ke kamarnya itu," imbuhnya.

Saat ini Pierre masih jadi kiper pelapis Dede Sulaiman. Posisinya sama dengan kiper cadangan lainnya, Panggih Prio Sembodo dan Fitrul Dwi. Namun, ada peluang di masa depan, dia akan jadi kiper utama yang berasal dari putra daerah.

"Dari pandangan saya, dia akan jadi kiper paling bagus yang lahir dari Papua. Tinggal menunggu kesempatan main saja untuk mengasah mentah," imbuh Alan.

Saat Persipura menjalani pemusatan latihan di Kusuma Agro Wisata, Kota Batu, Pierre dipercaya main saat uji coba melawan ASIFA Malang (28/8/2018). Waktu itu Persipura menang 5-1.

Gawangnya memang kebobolan satu gol. Tetapi, refleksnya sudah terlihat bagus di mata tim pelatih Persipura. "Tenaga Pierre ini juga luar biasa. Kalau tendangan gawang bisa sampai langsung ke kotak penalti lawan," kata Alan.