Persela Mengasah Kreativitas Lini Tengah Jelang Melawan Perseru

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 09 Okt 2018, 05:15 WIB
Suporter Persela Lamongan, LA Mania tak henti memberikan dukungan saat tim kesayangan mereka mengalahkan Perseru Serui 2-0 pada pekan ke-7 TSC 2016 presented by IM3 Ooredoo di Stadion Surajaya, Kamis (16/6/2016). (Bola.com/Fahrizal Arnas)

Bola.com, Lamongan - Jelang pertandingan tandang melawan Perseru Serui di Stadion Marora, Sabtu (13/10/2018), pada pekan ke-25 Gojek Liga 1 bersama Bukalapak, Persela Lamongan terus melakukan peningkatan sejumlah aspek yang dianggap belum maksimal ketika ditahan 1-1 oleh PSIS Semarang di pekan ke-24 (5/10/2018).

Advertisement

Seperti diungkapkan pelatih Persela, Aji Santoso, ada satu hal yang kurang sejak tim asuhannya kehilangan Diego Assis. "Kami kehilangan kreativitas di lapangan tengah. Inilah yang coba saya carikan solusinya," kata Aji.

Menurut Aji, kreativitas itu tak sebatas saat menyerang, tetapi juga ketika bertahan. Di matanya, deretan gelandangnya minim improvisasi saat menguasai bola dan kurang maksimal dalam memutus arus serangan lawan.

Akibatnya, saat menjamu PSIS, Persela tak begitu dominan di tengah meski menempatkan tiga gelandang bertahan dan dua gelandang serang. Bahkan satu di antaranya ketika M. Syahroni harus melakukan pelanggaran keras yang berujung kartu merah.

"Kami sudah kehilangan banyak poin setelah kalah dari PSMS di Medan dan seri melawan PSIS. Total, kami sudah membuang lima poin," ujar Aji.

Aji mengatakan, misi untuk mencuri poin di kandang Perseru wajib terpenuhi. Maka itu, ia meminta seluruh pemain bekerja ekstra keras untuk bisa bermain lebih baik, lebih atraktif, lebih tajam, dan tidak mau kalah.

"Kami belum merasakan kemenangan dalam dua pertandingan terakhir. Kami berharap, bisa menebusnya ketika melawan Perseru. Materi latihan sudah kami terima. Selasa (9/10/2018), materinya pemantapan taktik. Semoga kami bisa bawa pulang poin, dan kami ingin tiga poin," timpal bek Persela, Ahmad Birrul Walidain, menjawab keinginan sang pelatih.