Jakarta Garuda, Klub Bentukan PP PBVSI dengan Misi Sokong Timnas Voli

oleh Aditya Wany diperbarui 15 Des 2018, 20:40 WIB
Para pemain Jakarta Garuda yang tampil di Proliga 2019. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Gresik - Dua klub baru di sektor putra menghiasi perhelatan Proliga 2019, Sidoarjo Aneka Gas dan Jakarta Garuda. Kedua tim sama-sama berisi pemain-pemain muda. 

Aneka Gas adalah klub yang berafiliasi dengan Samator. Klub yang dibentuk menjelang Proliga 2019 itu merupakan saudara muda Surabaya Bhayangkara Samator. Pemain Aneka Gas juga berisikan para pemain muda dan pelapis Samator. Sementara, Jakarta Garuda memiliki latar belakang yang berbeda.

Advertisement

Aneka Gas dan Garuda sama-sama disesaki pemain muda berusia di bawah 20 tahun. Namun, Garuda dibentuk oleh PP PBVSI. Direktur Proliga, Hanny S. Surkatty, menuturkan klub itu didirikan untuk mencari bibit pemain muda.

“Kami menyiapkan pemain masa depan untuk menghuni timnas putra. Kami mencari dari berbagai daerah lewat Livoli, atau kejuaran junior antar-klub. Hampir semua pemainnya berusia di bawah 20 tahun,” kata Hanny yang juga menjabat Ketua V Bidang Kompetisi dan Pertandingan PP PBVSI itu, dalam perbincangan dengan Bola.com, Sabtu (15/12/2018). 

Para pemain Garuda diambil dari beberapa klub lokal di berbagai daerah. Mulai dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Yogyakarta semuanya ada. Selain seleksi, sistem pemilihan pemain juga berdasarkan rekomendasi klub lokal.

Mayoritas pemain Jakarta Garuda belum berpengalaman. Dari 14 pemain, hanya dua yang berusia di atas 20 tahun. Keduanya adalah kapten Mahendra Rikha (31 tahun) dan pemain asing asal Malaysia, Sim Jian Qin (23 tahun).

“Tujuan utama mendirikan Jakarta Garuda adalah melakukan pembinaan kepada pemain muda. Itu didasari pada fenonema bahwa biasanya klub Proliga hanya menjadikan pemain muda sebagai cadangan. Tapi di sini pemain muda justru mendapat tempat utama,” imbuh Hanny.

 

 

2 dari 3 halaman

Target Final Four

Sejauh ini, Garuda belum berbicara banyak di Proliga 2019. Mereka sudah dua kali bertanding, melawan finalis musim lalu, yaitu Surabaya Bhayangkara Samator dan Palembang Bank Sumsel Babel. Hasilnya Garuda selalu kalah.

Meski kalah, klub arahan Eko Waluyo itu tetap berusaha tampil maksimal dan sempat menyulitkan lawan. Saat menghadapi Bank Sumsel, mereka mampu memaksa pertandingan dimainkan sampai lima set. Sayangnya, Garuda kalah 2-3 dari runner-up dua musim terakhir itu.

Saat melawan Samator, Garuda sudah terlihat akan kalah karena tunduk pada dua set pertama. Namun, di set ketiga mereka berhasil bangkit dan unggul. Lagi-lagi, mereka akhirnya menyerah  1-3 dari sang juara bertahan.

Kendati demikian, Garuda sudah menunjukkan permainan yang apik dan mampu memberikan kejutan di Proliga 2019. Perwakilan manajemen Garuda, Reginald Nelwan, optimis tim tersebut bisa melaju lebih jauh.

“Kalau sudah begini, saya pikir kami bisa menarget final four pada musim ini. Saya pikir itu target yang realistis. Tapi, kalau untuk melaju ke final sepertinya sulit. Kami juga tahu diri,” ucap Regi yang juga merupakan Wakil Ketua V Ketua V Bidang Kompetisi dan Pertandingan PP PBVSI itu.

 

3 dari 3 halaman

Klub Putri

Lantas, apakah PP PBVSI juga punya rencana mendirikan klub putri juga? Hanny menyatakan pembentukan tim putri sudah masuk agenda.

“Ada sedikit perbedaan antara pevoli putra dan putri. Kalau putra, stoknya banyak dan kami bisa mencari dengan mudah. Banyak klub yang memiliki para pemain bagus untuk putra. Mulai dari tarkam sampai klub pembinaan pun ada,” ucap Hanny.

“Tapi, lain halnya dengan pevoli putri. Stoknya memang sedikit dan tidak banyak klub yang memilikinya. Makanya, kami harus bekerja ekstra dan lebih keras untuk mengumpulkan itu. Mudah-mudahan, tahun depan kami bisa membentuk klub putri itu,” imbuhnya.   

Berita Terkait