Milomir Seslija Bicara Warisan Pemain Lama dan Target Tinggi di Arema

oleh Iwan Setiawan diperbarui 14 Jan 2019, 18:15 WIB
Wawancara Bola.com dengan pelatih Arema, Milomir Seslija. (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Malang - Milomir Seslija kembali membesut Arema. Tetapi, ada beberapa perbedaan dalam komposisi tim Arema musim ini. Dibandingkan saat melatih musim 2016, skuat saat ini lebih banyak pemain muda.

Selain itu, Milomir Seslija tidak mendapatkan keleluasaan untuk melakukan bongkar pasang pemain karena manajemen sudah mempertahankan 80 persen pemain dari musim lalu. Begitu juga pemain baru, mayoritas sudah dipilih sebelum pelatih yang akrab disapa Milo itu datang.

Advertisement

Dengan kondisi seperti itu, pelatih 54 tahun asal Bosnia ini tetap diberikan target tinggi, yakni juara Piala Indonesia dan masuk tiga besar Liga 1 2019.

Lantas seperti apa rencana Milo kali ini? Berikut wawancara Bola.com bersama mantan pelatih Madura United dan Persiba Balikpapan itu.

Anda sudah memulai latihan bersama Arema sejak Kamis (10/1/2019). Bagaimana potensi Arema yang sekarang?

Tim ini punya potensi bagus. Banyak pemain muda yang hanya butuh dipoles untuk bisa jadi pemain hebat. Meski beberapa pemain baru bertemu sekarang, saya sudah ikuti sejak musim lalu. Ibaratnya pemain muda di Arema ini berlian.

Beberapa pemain muda juga masih akan saya pantau lebih jauh untuk melihat potensinya. Termasuk juga pemain dari Akademi Arema.

Anda tidak leluasa untuk mengubah komposisi tim seperti musim 2016. Apa itu mengganggu?

Tidak juga. Saya percaya dengan komposisi pemain yang ada sekarang karena manajemen Arema sudah berkomunikasi terkait hal ini (mempertahankan 80 persen pemain lama).

Jadi, saya harap lebih kompak. Selain itu, kerangka tim ini sudah kuat dengan tambahan beberapa pemain seperti striker dan pemain tengah asing.

Ditambah lagi Hamka Hamzah, Makan Konate, dan yang lainnya tetap dipertahankan. Mereka pemain kunci dan bisa membimbing pemain muda. Tapi, intinya tidak hanya dari materi pemain. Semua harus bisa bekerja sama. Pemain, pelatih, manajemen dan suporter.

2 dari 2 halaman

Aturan Nasi Goreng

Manajemen Arema memberi target juara di Piala Indonesia. Apa tidak terlalu tinggi karena persiapan cukup mepet

Itu target yang wajar, dan saya suka dengan tim ambisius. Artinya mereka juga serius dengan tim ini karena berharap juara di Piala Indonesia. Pemain juga pasti punya semangat lebih karena manajemen ingin juara.

Kalau melihat waktu yang tersisa sebelum pertandingan Piala Indonesia (babak 32 besar) memang tidak ideal. Tapi, semua tim mengalami hal yang sama sekarang dengan persiapan yang mepet. Yang jelas, Arema tim besar, tapi tidak akan meremehkan lawan.

Anda dikenal sebagai pelatih yang disiplin. Aturan melarang pemain makan nasi goreng apa masih diterapkan? Mungkin ada aturan ketat lainnya?

Hehehe... Untuk nasi goreng sebenarnya pemain masih boleh makan. Tapi, saat hari raya saja. Kalau saat kompetisi bergulir, tentu kami akan tetap mengontrol konsumsi pemain.

Sebenarnya saya tidak benci dengan nasi goreng. Saya menghormati makan khas atau tradisional Indonesia. Pemain boleh makan jika memang tidak dalam kompetisi. Kalau sudah dekat dengan pertandingan, semua harus menjaga diri masing-masing agar maksimal dalam pertandingan.

Kami amati, sesi latihan saat ini berlangsung agak cair. Padahal, saat awal melatih Arema 2016, Anda terlihat sangat serius dan sering berteriak. Kenapa sekarang berbeda?

Sekarang masih fase pemulihan kondisi pemain. Saya juga ingin melihat sejauh mana fisik mereka setelah liburan. Dalam latihan, semua pemain harus senang tapi tetap serius. Jangan sampai membuat pemain stres.

Saya buat mereka tidak ada tekanan karena dulu saat jadi pemain, sempat merasakan stres. Tapi, saya bisa melawannya dengan percaya diri.

Sekarang saya ada di posisi pelatih. Tentu ingin membuat pemain bahagia dengan saya sehingga mereka bisa enjoy, imbasnya bisa lepas di lapangan.