PT LIB Pastikan Liga 1 2019 Tidak Akan Gunakan VAR

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 11 Apr 2019, 06:15 WIB
Para pemain Kalteng Putra merayakan gol yang dicetak Patrich Wanggai ke gawang Persija Jakarta pada laga perempat final Piala Presiden 2019 di Stadion Patriot, Bekasi, Kamis (28/3). Persija kalah adu penalti dari Kalteng. (Bola.com/Yoppy Renato)

Bola.com, Jakarta - Direktur interim PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga 1 dan 2, Dirk Soplanit, menutup kemungkinan menerapkan video assistant referee (VAR) saat Liga 1 2019 bergulir. Dirk menjelaskan Liga 1 2019 belum membutuhkan teknologi kekinian tersebut.

"Saya kira, menurut pengamatan saya, belum sampai ke situ. Kami belum menerapkan itu," ujar Dirk, Kamis (10/4/2019).

Advertisement

Muncul wacana penggunaan VAR pada Liga 1 2019 setelah sejumlah keputusan kontroversial wasit terjadi di turnamen pramusim, Piala Presiden 2019 yang ditayangkan Indosiar, seperti saat perempat final antara Persija Jakarta berjumpa Kalteng Putra.

Berakhir dengan kemenangan Kalteng Putra 4-3 setelah bermain imbang 1-1 dalam waktu normal, wasit Thoriq Alkatiri mengesahkan gol Patrich Wanggai yang memakai tangan dan gol Bruno Matos yang sudah lebih dulu berada di posisi offside.

VAR dinilai dapat membantu pengadil pertandingan untuk mereview keputusan yang berujung kontroversial.

Selain itu, Dirk menyatakan pihaknya telah mengirimkan draft jadwal untuk Liga 1 musim depan. Rencananya, kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia itu akan dimulai pada 8 Mei dan berakhir 22 Desember 2019.

"Draft kompetisi sudah kami kirimkan dan karena waktu sudah mepet, dimulai pada 8 Mei dan berakhir pada 22 Desember 2019," kata Dirk.

Terkait sejumlah regulasi untuk pemain pada Liga 1 musim depan, Dirk menyatakan tidak banyak perubahan. Aturan untuk pemain asing dan pemain muda masih sama. Setiap peserta maksimal mendaftarkan tiga pemain non-Asia dan satu pemain Asia.

Mengenai kuota untuk pemain muda, masih tetap sama seperti musim lalu. Seluruh kontestan wajib menyertai tujuh pemain berusia di bawah 23 tahun. "Kuota pemain asing dan pemain muda masih sama. Untuk pemain muda, minimal tujuh pemain tapi tak wajib bermain," tutur Dirk.