Kekuatan dan Kelemahan 3 Penyerang Timnas Indonesia

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 21 Agu 2019, 09:15 WIB
3 penyerang Timnas Indonesia: Osas Saha, Alberto Goncalves dan Ferdinand Sinaga. (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Simon McMenemy memanggil 24 pemain ke pemusatan latihan Timnas Indonesia untuk persiapan Kualfikasi Piala Dunia 2022. Dalam daftar tersebut, tiga di antaranya adalah penyerang.

Simon McMenemy merupakan pelatih yang biasanya hanya mengandalkan satu penyerang dalam susunan pemainnya. Hal itulah yang membuat jumlah tiga penyerang sudah cukup untuk mendukung skema permainannya.

Advertisement

Timnas Indonesia akan menghadapi lawan-lawan yang tak mudah pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 nanti. Jadi, Simon harus mampu menemukan sosok berkualitas untuk bisa menjadi andalan di lini depan.

Pada pemusatan latihan yang dimulai Rabu (21/8/2019) di Stadion Pakansari, Cibinong, Simon memanggil Osas Saha (Tira Persikabo), Ferdinand Sinaga (PSM Makassar), dan Alberto Goncalves (Madura United).

Keputusan Simon memanggil ketiga penyerang tersebut tentu beralasan. Namun, ketiganya harus mampu mencuri perhatian Simon pada pemusatan latihan nanti.

Lantas, apa saja sebenarnya kualitas dan kelemahan yang dimiliki ketiga penyerang tersebut? Berikut ini penjabaran dari kekuatan dan kelemahan 3 penyerang Timnas Indonesia versi Bola.com:

2 dari 4 halaman

Osas Saha (Tira Persikabo)

Gelandang Tira Persikabo,Osas Saha, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Kalteng Putra pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Pakansari, Bogor, Jumat (26/7). Tira Persikabo menang 5-2 atas Kalteng. (Bola.com/Yoppy Renato)

Osas Saha menjadi menarik perhatian pelatih Simon McMenemy setelah tampil apik bersama Tira Persikabo dengan mencetak enam gol dalam 13 laga yang dimainkannya musim ini.

Osas Saha bisa menghadirkan warna lain di lini depan Timnas Indonesia. Perawakan kekar dan kecepatan bakal menjadi keunggulan Osas Saha.

Meski demikian, Osas Saha memiliki kekurangan yang terkadang kesulitan membongkar serangan jika tak dibantu gelandang-gelandang kreatif.

3 dari 4 halaman

Ferdinan Sinaga (PSM Makassar)

Pemain PSM Makassar, Ferdinand Sinaga, saat latihan di Stadion PTIK, Jakarta, Minggu (2/12). Latihan ini persiapan jelang laga Liga 1 melawan Bhayangkara FC. (Bola.com/Yoppy Renato)

Ferdinan Sinaga kembali ke Timnas Indonesia asuhan Simon McMenemy. Keputusan Simon memanggil bomber PSM Makassar itu sebenarnya cukup dipertanyakan.

Bersama PSM musim ini Ferdinand Sinaga baru mencetak dua gol dalam delapan laga. Sementara itu, sejak memulai debut pada 2011, pemain berusia 30 tahun itu sama sekali belum pernah mencetak gol.

Namun, Ferdinand Sinaga adalah tipikal penyerang yang berani melakukan tusukan dan menjelajah lini pertahanan lawan. Ferdinand Sinaga juga sosok yang berani beradu fisik.

4 dari 4 halaman

Alberto Goncalves (Madura United)

Striker Madura United yang juga dipinjamkan ke Persija, Alberto Goncalves. (Bola.com/Aditya Wany)

Keputusan Simon McMenemy memanggil Alberto Goncalves cukup tepat. Sejak memperkuat Timnas Indonesia pada 2018, pemain yang akrab disapa Beto itu menjadi satu-satunya penyerang yang mampu tampil impresif di lini depan.

Beto biasanya dijadikan sebagai ujung tombak. Pemain berusia 38 tahun itu memiliki akurasi tembakan dan kualitas menemukan ruang tembak.

Namun, Beto memiliki kelemahan kurang maksimal jika tak disokong gelandang yang kreatif. Sejauh ini, pemain Madura United itu sudah menyumbang delapan gol dalam delapan laga bersama Timnas Indonesia senior.

Berita Terkait