Mengenal Edhy Prabowo, Mantan Pesilat Nasional Pengganti Susi Pudjiastuti

oleh Ario Yosia diperbarui 23 Okt 2019, 18:01 WIB
Edhy Prabowo bersama Susi Pudjiastuti (kiri) berpegangan tangan jelang acara serah terima jabatan (Sertijab) Menteri Kelautan dan Perikanan di Kantor KKP, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Edhy menggantikan Susi Pudjiastuti pada Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Bola.com, Jakarta - Edhy Prabowo secara resmi pada Rabu (23/10/2019) pagi WIB didapuk Presiden RI, Joko Widodo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan menggantikan Susi Pudjiastuti. Politisi Partai Gerindra tersebut pada masa mudanya pernah menjadi atlet silat nasional.

Pria kelahiran Muara Enim, Sumatera Selatan, 24 Desember 1971 itu orang kepercayaan Prabowo Subianto.

Advertisement

Sebelum menjajaki dunia politik, Edhy merupakan atlet silat nasional dan pernah meraih sejumlah kejuaraan baik tingkat nasional maupun mancanegara. Namanya kian berjaya setelah menjuarai perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON).

Pada 1991 ia sempat menjadi anggota Akabri di Magelang, Jawa Tengah. Namun, hanya dua tahun mengecap pendidikan Edhy dikeluarkan karena terkena sanksi dari kesatuan. Ia kemudian meminta izin ke kedua orangtuanya untuk merantau ke Jakarta.

Edhy dikenalkan oleh rekannya pada Prabowo yang saat itu masih berpangkat Letkol dan menjabat sebagai Dangrup III TNI AD. Edhy mendapat bantuan dari Prabowo hingga dirinya dapat menempuh pendidikan kuliah di Fakultas Ekonomi di Universitas Moestopo. 

Beriringan dengan itu ia berlatih serta belajar silat di Batujajar, Bandung setiap akhir pekan.

Hubungan Prabowo dengan Edhy makin dekat. Edhy mendapat mandat mendampingi Prabowo merintis usaha yang saat itu telah menjadi jenderal bintang tiga untuk tinggal di Jerman dan Yordania.

Kemudian Edhy ikut bergabung ke Partai Gerindra. Ia maju sebagai caleg di daerah pemilihan Sumatera Selatan I dan memperoleh suara terbanyak.

Diketahui Edhy tercatat sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014 yang bertugas di Komisi VI bidang perdagangan, perindustrian, koperasi, dan BUMN. Selanjutnya Edhy kembali menjabat di periode selanjutnya sebagai Ketua Komisi IV DPR bidang Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Kelautan, Perikanan, dan Pangan.

Selain aktif di dunia politik, Edhy juga tercatat sebagai pengusaha di sejumlah perusahaan, seperti Ketua Percepatan Pengadaan Logistik di PT. Kertas Nusantara 2007-2009, Komisaris PT Kiani Lestari 2007-2015, Direktur Utama PT Garuda Security Nusantara 2005-2015, Direktur Utama PT Tusam Hutani Lestari 2004-2015, Komisaris PT Swadesi Dharma Nusantara 2000-2004, dan dua perusahaan lainnya.

Di Partai Gerindra sendiri, Edhy Prabowo dipercaya menjadi Wakil Ketua Umum bidang Keuangan dan Pembangunan Nasional DPP Partai Gerindra sejak 2012 hingga saat ini dan menjadi ketua bidang Pemuda dan Olahraga DPP Gerindra.

Selain itu, Edhy juga aktif di sejumlah yayasan serta organisasi dan memiliki jabatan penting yakni Ketua Diklat Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, Wakil Ketua Harian Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia (PPSMI), dan Sekretaris Yayasan Pendidikan Kebangsaan.

2 dari 2 halaman

Lanjutkan Program Susi

Edhy Prabowo (kiri) bersama Susi Pudjiastuti menyapa para karyawan jelang acara serah terima jabatan (Sertijab) Menteri Kelautan dan Perikanan di Kantor KKP, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Edhy menggantikan Susi Pudjiastuti pada Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Edhy Prabowo mengaku akan melanjutkan kebijakan Susi Pujiastuti dalam 6 bulan pertamanya ketika menjabat.

"6 bulan ini akan kami lanjutkan yang Ibu Susi lakukan. Saya tak akan lakukan perombakan yang tak perlu," ungkap dia di kantornya, Rabu (23/10/2019).

 Edhy Prabowo mengungkapkan ia juga tak meragukan apa yang selama ini Susi Pudjiastuti telah raih sebagai MKP periode 2014-2019. Sebab itu, dia akan melanjutkan kebijakan Susi.

"Saya percaya temen temen KKP juga bekerja tak pernah berhenti-hentinya untuk membela NKRI," ujarnya.

Sementara itu, Susi Pudjiastuti berpendapat Edhy Prabowo tahu persis apa yang perlu ditingkatkan oleh KKP ke depannya.

"Dua bulan sekali kami bertemu. Pak Edhy tahu program-program KKP. Kelebihanya, kelemahanya KKP tahu semua," kata dia.

Sebagai seorang mantan pesilat Edhy Prabowo bisa bertindak tegas layaknya Susi yang terkenal dengan jargon "Tenggelamkan!" untuk membela kedaulatan laut Indonesia.

 

Sumber asli: Liputan6.com

Disadur dari: Liputan6.com (Bawono Yadika/Septian Deny, Published 23/10/2019)

Berita Terkait