Sampai Kapan Wolfgang Pikal Beralasan Persebaya Kalah karena Main Tanpa Kekuatan Penuh?

oleh Aditya Wany diperbarui 25 Okt 2019, 18:15 WIB
Wolfgang Pikal, pelatih Persebaya. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Surabaya - Persebaya gagal memetik poin dalam dua laga terakhir Shopee Liga 1 2019. Tim Bajul Ijo kalah 1-4 dari Persib Bandung (18/10/2019) dan 0-1 dari Persela Lamongan (23/10/2019). Dua laga itu berstatus partai tandang.

Pelatih Persebaya, Wolfgang Pikal, melontarkan alasan sama selepas menelan dua kekalahan tersebut. Dia menyebut hasil itu karena Persebaya kekurangan pemain mengingat beberapa di antaranya harus absen.

Advertisement

Saat melawan Persib, Persebaya kehilangan tujuh pemain sekaligus dengan berbagai alasan yang berbeda. Mereka adalah Otavio Dutra, Osvaldo Haay, Misbakus Solikin, Ruben Sanadi, Irfan Jaya, Rachmat Irianto, dan Mochammad Supriadi.

Persebaya kembali tidak bisa menurunkan kekuatan penuh saat melawan Persela. Ruben dan Irfan sudah bisa tampil, namun Bajul Ijo kehilangan Diogo Campos, yang menjalani hukuman akumulasi kartu kuning.

"Banyak pemain inti kami yang harus absen. Kami sulit mengembangkan permainan dengan situasi seperti ini," ucap Pikal.

Persebaya berpotensi tak bisa beranjak dari kemelut ini saat menjamu PSS Sleman pada laga pekan ke-25 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (29/10/2019).

Dutra, Osvaldo, dan Misbakus masih perlu perawatan cedera. Sedangkan Rachmat Irianto dan Mochammad Supriadi juga masih membela Timnas Indonesia U-22 dan U-19.

Jadi, sampai kapan Pikal menggunakan alasan kekurangan pemain atau tidak berkekuatan penuh jika gagal menang dalam pertandingan? Pelatih asal Austria itu menjawab pertanyaan itu dengan tetap menyebutkan kesulitannya merancang strategi.

Persebaya sebenarnya memiliki 28 pemain dalam tim saat ini, termasuk tujuh pemain yang terdaftar untuk slot pemain U-23. Jika enam pemain absen, 21 pemain lainnya yang siap tempur, minus satu kiper tentu saja.

2 dari 2 halaman

Kualitas Pemain Pengganti

Wolfgang Pikal memimpin latihan Persebaya di Lapangan Polda Jatim, Surabaya, Rabu sore (4/9/2019). (Bola.com/Aditya Wany)

Situasi ini setidaknya bisa memberi gambaran jarak kualitas pemain inti dan pelapis Persebaya. Buktinya, pemain pengganti tidak mampu menunjukkan permainan, minimal mendekati nama-nama yang absen.

"Untuk pemain cadangan, kami punya beberapa pemain muda dan awal musim jarang main, seperti Elisa Basna dan Koko Ari Araya. Mereka punya waktu dan jam terbang. Kami tidak punya pemain lain," ungkap mantan asisten pelatih Timnas Indonesia itu.

"Kami harus menghadapi situasi ini dan meningkat. Kami akan bermain di kandang dan membuktikan kepada Bonek. Mudah-mudahan, kami bisa kalahkan PSS Sleman," ucap pelatih berusia 51 tahun itu.

Saat menghadapi Persib dan Persela, Persebaya sudah ditemani Wolfgang Pikal, yang secara resmi menjadi pelatih kepala. Pelatih asal Austria itu sudah bisa duduk di bench setelah lima laga sebelumnya harus berada di tribune.

Dengan menemani langsung anak asuhnya, Pikal dianggap bakal lebih leluasa mengirim instruksi dan mengubah gaya permainan dari pinggir lapangan.

Menariknya, dua kekalahan dari Persib dan Persela itu diraih saat Persebaya tak ditemani Bejo Sugiantoro. Legenda hidup sekaligus asisten pelatih Persebaya itu menjalani rentetan kursus A AFC sehingga terpaksa absen. Kehadiran Bejo seolah menjadi pembeda.

Kini, Persebaya telah melewati lima pertandingan terakhir tanpa kemenangan dan membuat Bonek meneriakkan suara "Pikal Out" sebagai wujud kekecewaan. Presiden Persebaya, Azrul Ananda, juga telah mengirim ultimatum melihat performa buruk timnya.