Gomes De Oliviera Merendah Menyikapi Peluang Kalteng Putera di Markas PSM

oleh Abdi Satria diperbarui 05 Nov 2019, 17:50 WIB
Pelatih Kalteng Putra, Gomes de Oliveira, memberikan arahan kepada pemainnya saat menghadapi Tira Persikabo pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Pakansari, Bogor, Jumat (26/7). Tira Persikabo menang 5-2 atas Kalteng.

Bola.com, Makassar - Pelatih Kalteng Putera, Gomes De Oliviera, memilih merendah menyikapi peluang tim asuhannya saat meladeni PSM Makassar pada pertandingan pekan ke-27 di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin, Makassar, Rabu (5/11/2019).

Menurut Gomes, tak mudah buat Kalteng Putra mengalahkan Juku Eja di hadapan suporter fanatiknya.

Advertisement

"Tapi, tentu kami berusaha mendapatkan poin di Makassar untuk membuka peluang lepas dari ancaman degradasi. Secara mental dan fisik, kami sangat siap menghadapi PSM," ujar Gomes pada sesi jumpa media di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin, Makassar, Selasa (5/11/2019).

Itulah mengapa, Gomes berharap wasit yang memimpin pertandingan besok jeli dalam mengambil keputusan.

"Saya prediksi pertandingan besok bakal ketat dan keras karena kedua tim sama-sama memburu kemenangan," lanjut Gomez.

Menurutnya, faktor wasit jadi penentu kelancaran pertandingan PSM versus Kalteng Putra karena di matanya, kedua tim akan menerima apa pun keputusan wasit sepanjang itu fair.

"Begitu pula dengan suporter. PSM sudah dua kali kalah di Makassar musim ini, dan tidak ada kerusuhan setelah pertandingan," kata Gomes.

2 dari 2 halaman

Terbiasa Atmosfer Stadion

Duel Wasyiat Hasbullah (Kalteng Putra) melawan striker Madura United, Greg Nwokolo, di Stadion Gelora Madura, Pamekasan (1/9/2019). (Bola.com/Aditya Wany)

Pada kesempatan sama, bek Kalteng Putera, Wasyiat Hasbullah, berpendapat senada dengan sang mentor. Bek yang memulai kariernya bersama PSM Makassar ini juga tak akan mempermasalahkan teriakan atau teror suporter Juku Eja.

"Saya sudah terbiasa dengan atmosfer Stadion Andi Mattalatta Mattoangin. Suara atau teriakan suporter akan saya jadikan motivasi," tegas Wasyiat.

Wasiat pun siap memberikan yang terbaik untuk Kalteng Putera.

"Saya memang putera asli Makassar. Tapi, saat ini saya bermain di Kalteng Putera yang sedang berjuang lolos dari ancaman degradasi," ucap Wasyiat yang membawa tim Sulawesi Selatan meraih medali perak pada PON 2016 Jawa Barat ini.

Berita Terkait