Fuzhou China Terbuka 2019: Gregoria Mariska Takluk dari Peringkat 2 Dunia

oleh Rizki Hidayat diperbarui 07 Nov 2019, 12:37 WIB
Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, gagal lolos ke perempat final Fuzhou China Terbuka 2019, setelah kalah 19-21 dan 17-21 dari Tai Tzu Ying. (dok. PBSI)

Bola.com, Fuzhou - Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, gagal melaju ke perempat final Fuzhou China Terbuka 2019. Gregoria takluk dari pebulutangkis putri peringkat dua dunia, Tai Tzu Ying.

Menjalani pertandingan di Haixia Olympic Sports Center, Kamis (7/11/2019) pagi waktu setempat, Gregoria sempat memberi perlawanan pada gim pertama. Bahkan, dia mampu memimpin 19-15.

Advertisement

Namun, kecepatan pergerakan Gregoria tidak konsisten hingga akhir permainan. Alhasil, Gregoria Mariska yang berada di peringkat 25 dunia menyerah 19-21 dari Tai Tzu pada gim pertama.

Masuk gim kedua, Gregoria semakin kesulitan mengimbangi permainan pebulutangkis asal Chinese Taipei tersebut. Setelah tertinggal 9-11 pada interval, Gregoria Mariska kembali takluk, kali ini dengan skor 17-21.

Dengan hasil ini, sektor tunggal putri Indonesia belum berhasil mengirim wakil ke perempat final Fuzhou China Terbuka 2019. Fitriani sudah lebih dulu terhenti pada babak pertama, setelah dikalahkan Nitchaon Jindapol asal Thailand dengan skor 12-21, 11-21.

 

2 dari 2 halaman

Tampil Terburu-buru

Ekspresi kekecewaan pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung terlihat saat melawan Ratchanok Intanon (Thailand) di babak 16 besar Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (18/7/2019). Gregoria kalah 21-13, 19-21, 15-21. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Gregoria Mariska mengaku masih sering melakukan kesalahan, terutama bermain dengan terburu-buru dan tidak tenang. Dia pun bertekad untuk terus memperbaiki gaya bermainnya.

"Penampilan saya masih sama, masih belum ada perubahan. Selalu seperti itu, sudah unggul, masih buru-buru mau mematikan. Tadi poinnya memang mepet, tetapi saya merasa keteteran sekali," ujar Gregoria.

"Saya sering berada di posisi yang tidak menguntungkan untuk mengembalikan bola dengan baik. Bukan cuma non teknik seperti ketenangan, dari segi teknik, saya juga harus menambah latihan dari segi variasi pukulan dan tidak boleh monoton," lanjutnya.

"Jadinya malah cocok-cocokan kalau ketemu lawan, padahal harusnya pemain bagus itu punya pola untuk tiap lawan yang berbeda," ucar Gregoria dalam rilis dari PBSI.

Berita Terkait