Ultras Malaya Menyambut Ultras Garuda dan Eks Ketua The Jakmania di Malaysia

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 19 Nov 2019, 15:45 WIB
Suporter Malaysia memberikan dukungan saat melawan Timnas Indonesia pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 di SUGBK, Jakarta, Kamis (5/9). Indonesia kalah 2-3 dari Malaysia. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta - Potret kebersamaan suporter Timnas Indonesia dengan pendukung Malaysia, Ultras Malaya, terekam dan diunggah di media sosial Instagram, @comrademalaya.my.

Ribuan suporter akan mendukung perjuangan Timnas Indonesia untuk menantang Malaysia pada partai kelima Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia. Partai tersebut akan berlangsung di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Selasa (19/11/2019) pukul 19.45 WIB.

Advertisement

Unggahan tersebut disertai pesan ajakan menjaga perdamaian untuk kedua kelompok suporter. Foto tersebut membuktikan bahwa hubungan suporter Timnas Indonesia dengan Ultras Malaya tetap harmonis menyusul serangan terhadap Ultras Malaya pada pertemuan pertama di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, 5 September lalu.

"Salam damai. Bunga kami taburkan. Pendiri Ultras Garuda, Haji Budi dan Capo Ultras Malaya, Lekir Haji Ahmad serta Ayah Riko The Jakmania dan anak-anak Aremania," tulis unggahan tersebut.

Ayah Riko yang dimaksud pada unggahan tersebut beridentitas asli Larico Ranggamone, mantan Ketua Umum The Jakmania, suporter Persija Jakarta.

Riko mengaku berangkat ke Malaysia bersama rekan-rekan kelompok suporter yang lain namun berbeda bendera klub. "Saya bersama Mas Harie Pandiono dan Mas Budi Aremania," imbuh Riko kepada Bola.com, Selasa (19/11/2019).

Riko lalu membagikan dua video kebersamaannya dengan Ultras Malaya. Di Stadion Bukit Jalil, Riko berbincang-bincang dengan Nadi, anggota Ultras Malaya.

"Kami bersama Ultras Malaya di sini. Kami sudah berada di Stadion Bukit Jalil untuk menonton Malaysia kontra Timnas Indonesia. Selama 90 menit kami perang suara. Selebihnya kami saudara," ujar Riko dalam video yang dibagikannya.

"Mudah-mudahan dimulai dari sekarang, Indonesia dengan Malaysia menjadi bersaudara, dalam hal apapun, menjadi kekal dan abadi. Tinggalkan rasa provokasi. Hanya 90 menit kami bersaing, selebihnya kami bersaudara," kata Riko.

"Kami fokus menaikkan semangat Malaysia. Jadi kami tidak memikirkan untuk melakukan provokasi. Di dalam stadion kami hanya fokus dengan Malaysia. Di luar hal itu, abaikan. Kami hanya fokus ke Malaysia saja," tutur Nadi.

"Jadi suporter Timnas Indonesia dengan Malaysia damai-damai saja," timpal Riko, mengakhiri.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini