Kalah dari Kento Momota, Jonatan Christie Angkat Koper dari BWF World Tour Finals 2019

oleh Rizki Hidayat diperbarui 13 Des 2019, 21:29 WIB
Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, saat tampil pada laga kedua Grup A BWF World Tour Finals 2019 di Tianhe Gymnasium, Guangzhou, Kamis (12/12/2019). (dok. PBSI)

Bola.com, Guangzhou - Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, menelan kekalahan dari Kento Momota pada laga terakhir Grup A BWF World Tour Finals 2019. Hasil itu membuat Jojo gagal lolos ke semifinal.

Melakoni laga di Tianhe Gymnasium, Guangzhou, Jumat (13/12/2019), Jonatan kerepotan meladeni permainan Kento Momota. Pada interval gim pertama, Jojo tertinggal 5-11 dari Momota.

Advertisement

Terpaut angka yang cukup jauh membuat pebulutangkis 22 tahun itu pun akhirnya menyerah 14-21 dari Kento Momota, pada akhir gim pertama.

Masuk gim kedua, Jonatan Christie sempat memberikan perlawanan pada awal-awal laga. Skor pun sempat sama kuat di angka 2-2 hingga 4-4.

Namun selepas itu, Jojo tak dapat membendung laju tunggal putra asal Jepang tersebut. Peraih medali emas Asian Games 2018 itu pun kembali menyerah 14-21 dari Kento Momota, dalam durasi laga selama 38 menit.

Hasil di BWF World Tour Finals 2019 ini merupakan kekalahan keempat Jonatan Christie dari lima pertemuan terakhir melawan Kento Momota. Satu-satunya kemenangan yang diraih Jonatan atas Momota adalah pada ajang Malaysia Terbuka 2019. 

 

Video:

2 dari 2 halaman

Angkat Koper

Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, berhasil meraih kemenangan 22-20, 8-21, 21-8 atas Kantaphon Wangcharoen, pada laga semifinal beregu putra SEA Games 2019 di Muntinlupa Sports Complex, Filipina, Senin (2/12/2019). (dok. PBSI)

Kekalahan tersebut juga membuat Jonatan Christie harus angkat koper dari BWF World Tour Finals 2019. Pasalnya, dia kalah jumlah gim pertandingan dan juga raihan poin dari Wang Tzu Wei asal Chinese Taipei.

Padahal, Wang takluk rubber gim 21-23, 21-12, dan 12-21 dari tunggal putra asal Denmark, Anders Antonsen. Jojo berada di urutan ketiga Grup B, karena unggul head to head atas Antonsen.