Eks Asisten Pelatih PSM Mencari Pemain untuk Diorbitkan ke Eropa

oleh Vincentius Atmaja diperbarui 24 Feb 2020, 23:15 WIB
Seleksi pencarian bakat pelatihan ke Valencia yang digelar di lapangan Kottabarat, Solo (24/2/2020). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Bola.com, Solo - Mantan asisten pelatih PSM Makassar, Bonnie Fautngil, datang ke Kota Solo untuk menyeleksi pemain muda usia di bawah 17 tahun, Senin (24/2/2020).

Ia menyeleksi sekitar 50 pemain muda dari klub internal PSSI Kota Solo diseleksi untuk program pelatihan di Valencia, Spanyol.

Advertisement

Kegiatan ini tak lepas dari tugas Bonnie Fautngil sebagai pelatih tim Valencia U-21, dan kali ini ia mencari bibit dari Indonesia. Selain Kota Solo, pria berpaspor Belanda ini juga akan berkeliling ke Maluku dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hanya satu kali kesempatan bagi dirinya memantau potensi pesepak bola dari Kota Bengawan. Ia telah mengantongi tujuh pemain untuk nanti dibawa dalam seleksi di Eropa. Sisanya akan dicari dalam seleksi dari daerah lain.

"Nantinya total ada 19 atau 20 pemain dalam satu tim untuk semua posisi. Mereka akan di-trial di Belanda dan Spanyol pada bulan Agustus. Banyak talent scouting yang akan memantau," ungkap Bonnie Fautngil kepada Bola.com di Lapangan Kottabarat, Kota Solo.

"Saya datang khusus untuk mencari bibit-bibit yang bagus. Ini murni pribadi bukan dari lembaga, seperti PSSI. Kami tidak hanya mengumpulkan pemain saja, tapi ada talent scouting, dan bisa dikontrak tim Eropa termasuk oleh Valencia," ungkap asisten Darije Kalezic di Shopee Liga 1 2019 itu.

 

2 dari 2 halaman

Potensi Indonesia Tidak Kalah

Bonnie Fautngil mengatakan program timnya mencari bakat-bakat pesepak bola di berbagai negara sudah dimulai sejak tahun 2015. Satu di antara pemain asal Indonesia yang pernah sukses adalah Marinus Manewar.

Pemain yang kini membela Persipura Jayapura tersebut hampir berkarier di Yunani, melalui program pencarian bakat asal Spanyol itu. Menurut Bonnie Fautngil, potensi anak-anak muda Indonesia cukup besar.

"Sepak bola di Eropa lebih maju, karena tidak hanya soal skill dan fisik pemain. Namun, juga bagaimana pintar dalam bermain. Tapi, saya yakin potensi dari Indonesia ini tidak kalah," tegasnya.