Bintang Laga Persela Vs PSIS: Militansi Wallace Costa bersama Mahesa Jenar

oleh Abdi Satria diperbarui 07 Mar 2020, 21:15 WIB
Pemain belakang PSIS, Wallace Costa, setelah menjebol gawang Persela di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Sabtu (6/7/2019). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Bola.com, Lamongan - Hujan gol terjadi di Stadion Surajaya Lamongan, Lamongan, pada laga pekan kedua Shopee Liga 1 2020, Sabtu (7/3/2020), mempertemukan tuan rumah Persela Lamongan menjamu PSIS Semarang.

Pada pertandingan ini, PSIS Semarang berhasil membungkam Persela dengan skor 3-2.

Advertisement

Dari lima gol yang tercipta pada laga ini, gelandang Persela, Rafael Gomes de Oliveira alias Rafinha, mencetak dua gol buat timnya. Sementara tiga gol PSIS masing-masing dicetak Wallace Costa, Fredyan Wahyu, dan Bruno Silva.

Meski hanya mencetak satu gol, Wallace Costa layak jadi bintang pada laga ini. Golnya pada menit ketiga terbilang indah.

Lewat proses bola mati, stopper berusia 33 ini dengan jeli memanfaatkan umpan terukur Jonathan Eduardo Cantillana.

Gol Wallace membuat motivasi Laskar Mahesa Jenar meninggi. Dua gol secara beruntun lantas tercipta di babak pertama, lewat aksi Fredyan Wahyu dan Bruno Silva.

Tidak hanya mencetak gol, sebagai bek sekaligus kapten tim PSIS Semarang, Wallace menjalankan tugasnya dengan baik. Sepanjang pertandingan, Wallace tercatat melakukan empat kali intersep untuk menggagalkan serangan tim tuan rumah.

Bagi Wallace, menjadi pencetak gol pada tim yang dibelanya adalah hal yang biasa. Khusus di pentas Liga 1, bek berpaspor Cile ini secara reguler mencetak gol pada setiap musim.

2 dari 2 halaman

Punya Nilai Plus

Bek andalan PSIS berpaspor Brasil, Wallace Costa (kanan). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Pada Liga 1 2018, ia mencetak empat gol dalam 30 penampilan, Perolehan golnya meningkat jadi enam dari 33 kali tampil bersama PSIS Semarang pada musim lalu.

Berbeda dengan dua rekannya yang sama-sama mencetak satu gol pada laga ini, Wallace pantas mendapat nilai plus tersendiri. Fredyan misalnya. Bek kanan ini memang tampil aktraktif dengan mengelabui dua pemain belakang Persela sebelum mencetak gol.

Namun, pada laga ini, Fredyan mendapat kartu kuning dan menjadi penyebab terjadinya penalti Persela, yang berhasil dieksekusi dengan baik oleh Rafinha.

Begitu pula Bruno. Striker berusia 28 ini 'dtolong' oleh gol yang dicetaknya pada pengujung babak pertama. Secara umum penampilannya belum mengilap. Malah yang menonjol adalah tingkahnya yang emosional. Ia pun mendapat kartu kuning dan ditarik keluar sebelum laga berakhir.