Lorenzo dan Simoncelli Perang Komentar di Konferensi Pers MotoGP Portugal 2011, Peringatan Sekaligus Tanda Sebelum Super Sic Wafat

oleh Hendry Wibowo diperbarui 29 Apr 2020, 17:00 WIB
Momen konferensi pers MotoGP Portugal yang melibatkan: Marco Simoncelli, Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa. (Zimbio)

Bola.com, Estoril - Konferensi pers memang jadi momen yang ditunggu media untuk memberikan pertanyaan. Namun kadang pertanyaan itu menyulut pertengkaran di antara narasumber.

Hal di atas terjadi berulang kali di MotoGP. Sesi konferensi pers resmi MotoGP memang diikuti oleh banyak pembalap.

Advertisement

Semua tentu masih mengingat insiden konferensi pers antara Marc Marquez dan Valentino Rossi jelang lomba di Sirkuit Sepang, Malaysia tahun 2015.

Namun jika merunut ke belakang, kejadian tersebut bukan kali pertama terjadi. Tahun 2011, bahkan berlangsung momen lebih mengerikan lagi pada sesi konferensi pers.

Ya, Marco Simoncelli dan Jorge Lorenzo yang duduk bersebelahan perang komentar pedas di depan media. Beruntung meski sama-sama emosi, keduanya kala itu tidak adu jotos.

Mau ikuti challenge 5 tahun Bola.com dengan hadiah menarik? Klik Tautan ini.

 

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 3 halaman

Kronologi

Marco Simoncelli (AFP Photo/Vincenzo Pinto)

Pertengkaran mulut antara Simoncelli dan Lorenzo dipicu oleh pertanyaan media. Kala itu, Super Sic-julukan Simoncelli dimintai komentarnya mengenai pernyataan Lorenzo mengenai gaya balapnya yang terlalu agresif di ajang MotoGP.

"Buat saya, ia membuat komentar yang salah," jawab Simoncelli saat itu. Lorenzo pun langsung merespons: "Saya telah mengatakan hal benar."

Kuping Lorenzo dibuat merah lantaran Simoncelli kemudian memberikan contoh bahwa rivalnya itu juga pernah dikenal sebagai pembalap yang mempunyai gaya balap agresif.

"Tanya Andrea Dovizioso atau Hiroshi Aoyama soal gaya balap Agresif Anda," kata Lorenzo. Simoncelli pun menjawab: "Tanya Dovizioso tahun 2005!."

Untuk diketahui, Lorenzo memang membuat aksi berbahaya ketika berduel melawan Dovizioso saat masih berlomba di kelas 250cc musim 2005. Tidak heran pernyataan Simoncelli itu membuat Lorenzo semakin marah.

"Itu tidak masalah. Jika tidak ada yang terjadi di masa depan, itu bukan masalah bagi saya. Tetapi jika sesuatu terjadi dengan Anda di masa depan, itu akan menjadi masalah," Lorenzo menimpali.

"Simoncelli pun menjawab dengan tidak kalah keras: "Oke jika saya memang melakukannya, saya akan dipenjara."

3 dari 3 halaman

Lorenzo Minta Maaf

Nahasnya di musim yang sama, Simoncelli harus meregang nyawa akibat mengalami kecelakaan saat berlomba di Sirkuit Sepang, Malaysia.

Simoncelli terjatuh dari motor, dan kemudian tubuhnya terlindas dua rival yang memang tidak bisa menghindar: Colin Edwards dan Valentino Rossi.

Apa yang dialami Simoncelli, membuat Lorenzo sangat bersimpati. Dia sampai meminta maaf dan menarik ucapan yang keluar dari mulutnya pada sesi konferensi pers MotoGP Portugal.

Hanya saja belakangan, entah fakta atau hanya kebetulan, pernyataan Lorenzo di Estoril merupakan peringatan atau tanda-tanda untuk Simoncelli yang memang mempunyai gaya balap agresif sebelum meninggal dunia.

Sumber: Dari berbagai sumber