Stadion Gelora Bung Karno Jadi Satu dari 5 Stadion Terindah di Asia Tenggara

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 04 Mei 2020, 15:45 WIB
Suasana Upacara Pembukaan Asian Games ke-18 Tahun 2018, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (18/8). Berbagai ornamen yang mencirikan flora Nusantara terpampang di panggung opening ceremony Asian Games. (Liputan6.com/ Fery Pradolo)

Bola.com, Jakarta - Stadion terbesar dan termegah di Indonesia, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) masuk menjadi satu di antara lima stadion paling indah di regional Asia Tenggara versi AFC. Empat stadion lainnya yakni Stadion Australia, My Dinh, Rajamangala, dan Bukit Jalil.

Mungkin sepak bola Asia belum bisa menandingi kualitas Eropa. Namun bicara soal stadion, Benua Kuning memiliki banyak stadion megah lagi bersejarah.

Advertisement

Indonesia, selain SUGBK, memiliki banyak stadion kelas dunia. Stadion Pakansari, Gelora Sriwijaya, dan Stadion Manahan hanya sedikit di antara lusinan stadion yang membanggakan.

SUGBK dibangun pada 1960 untuk menggelar Asian Games keempat tahun 1962. Awalnya, stadion yang kembali digunakan untuk pembukaan Asian Games 2018 itu bisa memuat 120.000 penonton, namun jelang Piala Asia 2007, pengelola stadion merenovasi dan membuat kapasitasnya kini menjadi 80.000 tempat duduk (all-seater).

Melalui situs resminya, Federasi Sepak Bola Asia (AFC) memilih SUGBK sebagai satu dari lima stadion terbaik untuk regional Asia Tenggara.

Dalam rilis resminya, pengunjung bisa memberikan voting siapa yang layak dicap stadion termegah. Berikut ini empat stadion yang juga masuk nominasi.

 

Mau ikuti challenge 5 tahun Bola.com dengan hadiah menarik? Klik Tautan ini.

 

Video

2 dari 5 halaman

Stadion Australia - Australia

Stadion Australia. (Dok. AFC)

Stadion ini dibuka pada 1999 guna menggelar Olimpiade Sydney 2000. Kabarnya, Stadion Australia di Sydney bisa disesaki oleh 110.000 orang pada awal pembangunan, namun setelah renovasi, kapasitasnya menyusut menjadi 83.500.

Stadion Australia, selain digunakan untuk sepak bola, juga dipakai untuk ajang kriket dan rugby.

 

3 dari 5 halaman

Stadion Nasional (Bukit Jalil) - Malaysia

Bek Malaysia, Corbin Ong, dikepung pemain Timnas Indonesia dalam laga kelima Grup G kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia di Stadion Nasional, Bukit Jalil (19/11/2019). (Bola.com/Dok. AFC)

Butuh waktu sekira tiga tahun guna membangun Stadion Bukit Jalil, yakni mulai 1994 hingga akhirnya siap menggelar Commonwealth Games 1998.

Stadion Bukit Jalil menjadi markas untuk Timnas Malaysia ketika berlaga di pentas internasional. Menurut situs AFC, kapasitas stadion ini mencapai 100.000 tempat duduk.

 

4 dari 5 halaman

Stadion My Dinh - Vietnam

Suporter Timnas Vietnam di Stadion My Dinh, Hanoi, saat leg kedua semifinal Piala AFF 2018 menjamu Filipina, Kamis (6/12/2018). (Bola.com/Dok. AFF Suzuki Cup)

Sama seperti Senayan dan Gelora Sriwijaya, stadion ini merupakan satu bagian dari National Sports Complex. Stadion My Dinh biasa digunakan untuk berbagai kegiatan olahraga, seperti atletik dan tentunya sepak bola.

Meski kapasitasnya hanya mencapai 40.200 tempat duduk, stadion ini memiliki keangkeran ketika Timnas Vietnam bertanding. Lautan merah dari para penonton seakan membakar semangat tim dan membuuat ciut nyali lawan.

 

5 dari 5 halaman

Stadion Rajamangala - Thailand

Fans Thailand mengibarkan bendera negaranya siap meramaikan laga final leg kedua Piala AFF 2016 di Stadion Rajamangala, Thailand. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Stadion Rajamangala merupakan trademark Kota Bangkok sekaligus markas buat Timnas Thailand. Dibuka pada 1998 sebagai tuan rumah Asian Games ke-13, stadion ini berlokasi di Gelanggang Olahraga Huamark.

Stadion Rajamangala juga kerap dijadikan arena untuk menggelar konser. Awalnya, stadion ini berkapasitas 80.000 tempat duduk, namun disusutkan saat renovasi menyambut Piala Asia 2007.

Sumber: AFC

Berita Terkait