7 Kritikan Pedas Roy Keane untuk Pemain Manchester United pada Musim Ini, De Gea Paling Apes

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 22 Jun 2020, 07:30 WIB
2. Roy Keane - Keane mejadi kapten terlama kedua di Manchester United. Kane dipercaya menjadi kapten Manchester United dari tahun 1997-2005. (AFP/Andrew Yates)

Bola.com, Jakarta Semasa masih bermain di Manchester United, Roy Keane dikenal sebagai pemain yang tanpa kompromi di lapangan. Ia juga tak segan untuk berkonfrontasi dengan pemain lawan, hingga berujung kartu merah. 

Roy Keane juga dikenal suka blak-blakan berkomentar. Bahkan, saking vokalnya dia akhirnya didepak Sir Alex Ferguson karena mengkritik rekan-rekannya di depan publik. 

Advertisement

Legenda Manchester United tak banyak berubah bertahun-tahun berselang. Ia tetap bermulut tajam yang tak segan-segan melontarkan kritikan pedas, termasuk untuk Setan Merah. 

Ia punya kesempatan melontarkan kritik-kritiknya karena kini berprofesi sebagai pundit. Meskipun komentarnya kerap dianggap brutal, Keane dianggap cukup jujur dalam menganalisis pemain maupun klub. 

Pemain-pemain Manchester United tentu saja tak lepas dari sasaran mulut pedas Roy Keane. Berikut ini tujuh kritikan pedas Keane terhadap pemain Setan Merah sepanjang musim 2019-2020, seperti dilansir Planet Football, Minggu (21/6/2020). 

 

2 dari 8 halaman

1. David De Gea

Kiper Manchester United, David de Gea, melakukan blunder saat timnya bermain 1-1 kontra Everton pada laga pekan ke-28 Premier League di Goodison Park, Minggu (1/3/2020). (AFP/Paul Ellis)

David De Gea melakukan beberapa kesalahan kesalahan fatal di bawah mistar gawang Manchester United pada musim ini.  

Saat MU menjalani laga tandang ke markas Everton pada Maret 2020, dia membuat tim tuan rumah dengan mudah mendapat gol pada menit ketiga. Dia terlalu lama mengamankan bola, kemudian malah bola yang akan dihalaunya kena blok Dominic Calvert-Lewin dan masuk ke gawang. 

Keane geram atas kesalahan fatal itu dan mengklaim akan 'menghukum mati' De Gea jika dirinya berada di ruang ganti Setan Merah.

"Apakah saya pemain atau manajer, saya akan membunuhnya. Apa yang ditunggunya? Itu gila," kata Keane kepada Sky Sports.  

"Dia tampak seperti arogan. Saya akan menghukum mati dirinya di half time. Tak ada alasan," sambung pria asal Irlandia itu. 

 

3 dari 8 halaman

2. David De Gea Lagi

David De Gea. (AFP/Oli Scarff)

David De Gea kembali melakukan blunder ketika Manchester United ditahan imbang Tottenham Hotspur 1-1 pada Sabtu (20/6/2020) dini hari WIB. 

Ia gagal mengadang sepakan Steven Bergwijn. Kiper asal Spanyol itu justru meninju bola masuk ke gawangnya yang membuat Setan Merah tertinggal lebih dulu.

Kali ini, Keane tidak ingin membunuhnya. Tapi, dia tetap sangat marah serta menyebut Dea Gea sebagai penjaga gawang yang paling dilebih-lebihkan kemampuannya sejak lama.

"Saya akan mendendanya pada half-time. Tak ada alasan lagi," ujar Keane kepada Sky Sports. 

"Saya akan memukulnya. Itu adalah standar penyelamatan untuk kiper mapan di kancah internasional," sergah mantan kapten MU itu. 

 

4 dari 8 halaman

3. Harry Maguire

Bek Manchester United, Harry Maguire, tampak kecewa usai ditaklukkan Burnley pada laga Premier League di Stadion Old Trafford, Kamis (23/1/2020). Manchester United takluk 0-2 dari Burnley. (AFP/Paul Ellis)

Harry Maguire menjadi bek termahal di dunia ketika Manchester United membawanya dari Leicester City pada 2019, dengan transfer senilai 80 juta pounds.

Tapi, Keane tak yakin dengan kemampuan Maguire. Ia meyakini Maguire sosok bek tengah yang rentan, terutama kurang memiliki kecepatan. 

"Jika saya seorang striker, saya akan senang bermain melawan seseorang seperti Harry Maguire," kata Keane kepada ITV Sport pada September 2019. 

"Dia jelas kurang cepat dan tak punya kewaspadaan posisi untuk mengantisipasi bahaya. Sangat mudah bermain menghadapinya," imbuh Keane. 

 

5 dari 8 halaman

4. Paul Pogba

Paul Pogba - Paul Pogba dikenal sebagai muslim yang taat, Pogba beberapa kali menjalankan ibadah umrah ke Mekah. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Pogba juga meneruskan ibadah puasa meski dibayangi gangguan pandemi virus corona. (AFP/Paul Ellis)

Pogba menyuguhkan performa yang naik turun sejak kembali ke Old Trafford pada 2016. Keane adalah salah satu pengkritik terbesar Pogba. 

Setelah MU imbang 1-1 melawan Arsenal pada September 2019, Keane tak segan-segan menganalisis performa sang gelandang. 

"Mereka membutuhkan yang lebih dari Pogba. Kita terlalu melebih-lebihnnya sebelum laga, menyebutnya pemain terbaik dan lain-lain. Dia mengecewakan. Sangat jelek," kata Keane kepada Sky Sports

 

6 dari 8 halaman

5. Andreas Pereira dan Fred

Gelandang Manchester United, Fred. (AFP/Oli Scarff)

Menjelang laga Manchester United melawan Liverpool pada Oktober 2019, Pereira dan Fred terlihat berbicang dengan sesama pemain Brazil yang memperkuat Liverpool, Roberto Firmino. 

Pemandangan pemain Liverpool dan MU berpelukan di lorong stadion langsung dikritik pedas oleh Roy Keane. 

“Saya muak dengan para pemain. Anda akan berperang, mereka berpelukan dan berciuman," kata Keane di Sky Sports.

"Jangan pernah memandang lawan. Anda akan berperang melawan mereka. Pertandingan tak banyak berubah, tapi pemain berubah. Anda harus berperang melawan para pemain itu dan mereka malah berpelukan. Bicara dengan mereka setelah pertandingan atau malah jangan berbicara apa pun dengan mereka," tegas Keane. 

 

7 dari 8 halaman

6. Luke Shaw

Bek Manchester United, Luke Shaw. (AFP/Oli Scarff)

Tak sulit membuat Roy Keane kesal. Luke Shaw mengenakan topi saat melakukan pemanasan menjelang pertandingan melawan Liverpool pada Januari 2020. Situasi itu membuat Roy Keane kesal bukan kepalang. 

"Ketika saya melihat Shaw kembali bergabung ke tim ... semakin mendekati kickodd, semakin khawatir saya," kata Keane kepada Sky Sports. “Saya baik-baik saja sekitar dua jam yang lalu. Tapi ketika saya melihat para pemain melakukan pemanasan dengan topi konyol ... "

United akhirnya kalah 0-2. Jadi mungkin kekesalan Keane ada benarnya. 

8 dari 8 halaman

7. Anthony Martial

Striker Manchester United, Anthony Martial. (Martin Rickett/PA via AP)

Anthony Martial membuang peluang emas ketika Manchester United kalah dari Liverpool pada Januari 2020. Sang striker kesulitan tampil konsisten di Old Trafford. 

Keane meyakini Martial tak cukup bagus untuk menjadi pemain MU. 

"Martial, Anda datang ke Manchester United untuk meledak di momen besar. Bagi saya, itu meringkas kariernya secara singkat di Manchester United," ujar Keane kepada Sky Sports

"Ada skema permainan yang bagus dan tapi Anda harus tepat sasaran, tak ada alasan. Striker-striker hebat di Manchester yang diingat suporter, tentu saja mereka tepat sasaran dan mencetak gol." 

"Itulah sebabnya pemain ini tak cukup bagus untuk Manchester United," sergah Keane.  

Sumber: Planet Football 

 

Berita Terkait