Flashback Kiprah Mario Kempes di Indonesia: Dongkrak Kompetisi Tanah Air dan Tetap Tajam di Pengujung Karier

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 20 Agu 2020, 10:15 WIB
Mario Kempes (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Sejumlah bintang sepak bola dunia pernah singgah ke Indonesia. Bukan hanya sekadar mampir untuk menyapa para penggemar, tapi berkiprah di sepak bola Indonesia. Satu di antaranya adalah Mario Kempes yang merupakan legenda Timnas Argentina.

Sejak digelar pada 1994, Liga Indonesia pernah menghadirkan alumnus Piala Dunia. Mereka adalah Mario Kempes (Argentina), Roger Milla, Jules Onana, Maboang Kessack, Pierre Njanka (Kamerun), Nastja Ceh (Slovenia), Ivan Bosnjak (Kroasia), Michael Essien (Ghana), Shane Smeltz (Selandia Baru) dan Peter Odemwingie (Nigeria).

Advertisement

Mario Kempes merupakan striker Timnas Argentina di Piala Dunia 1974, 1978, dan 1982. Bahkan ia menjadi pencetak gol terbanyak Piala Dunia 1978 yang digelar di Argentina. Mario Kempes menorehkan enam gol dalam gelaran tersebut dan membawa timnya menjadi juara dunia.

Sebelum hijrah ke Indonesia, Mario Kempes sempat menyatakan gantung sepatu pada 1995 saat membela Fernandez Vial. Namun, kemudian ia tergiur untuk menjajal peruntungan di Indonesia pada 1996 dan bergabung bersama Pelita Jaya.

Ia sempat diragukan bisa bersinar bersama klub milik Nirwan Dermawan Bakrie itu. Usia yang sudah tergolong tua dan postur tubuh yang tambun jelas sudah memperlihatkan bahwa dirinya bukan lagi seorang pesepak bola yang ideal.

Namun, pemain kelas dunia itu mampu memperlihatkan kualitasnya. Ia mencetak 10 gol dalam 15 laga yang dimainkannya. Namun, Mario Kempes hanya satu musim bermain di Indonesia dan memutuskan benar-benar gantung sepatu.

Video

2 dari 2 halaman

Menjadi Sorotan

Mario Kempes saat tiba di Indonesia. (Dok. Repro GO)

Ketika datang ke Indonesia, Mario Kempes berada pada pengujung karier sebagai pemain. Tak ayal, kehadirannya memang terasa menjadi pemanis kompetisi sekaligus mendongkrak citra Liga Indonesia.

Terbukti, sepak terjang Kempes tetap menjadi sorotan media di Indonesia dan luar negeri. Mulai pertama kali menjejakkan kaki di Tanah Air sampai memutuskan meninggalkan Indonesia.

Meski hanya satu musim berkiprah di Indonesia, Mario Kempes cukup meninggalkan kesan menarik. Ia tak hanya mampu mencetak 10 gol dalam 15 laga yang dimainkannya. Namun, ia juga menjadi juru taktik Pelita Jaya saat itu.

Langkah Pelita Jaya juga terhenti di 8 Besar yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta. Pada pengujung kompetisi, Kempes memutuskan pensiun sebagai pemain.

Berita Terkait