Lika-liku Johann Zarco : Operasi Hari Rabu, Dapat Hukuman Start dari Pit Lane Hari Jumat, dan Posisi 3 Kualifikasi MotoGP Styria

oleh Hendry Wibowo diperbarui 23 Agu 2020, 06:30 WIB
Johann Zarco saat mengikuti rangkaian MotoGP Styria. (JOE KLAMAR / AFP)

Bola.com, Spielberg - Dua pekan berturut-turut, nama Johann Zarco selalu menarik perhatian pada rangkaian balapan di Sirkuit Red Bull Ring, Austria.

Pada balapan MotoGP Austria, Johann Zarco jadi sorotan lantaran insidennya dengan Franco Morbidelli dan nyari mencelakai Maverick Vinales plus Valentino Rossi.

Advertisement

Hidup pembalap asal Prancis itu kembali penuh lika-liku pada balapan MotoGP Styria. Bagaimana tidak, efek dari insiden dengan Morbidelli, Rabu lalu ia harus menjalani operasi pada pergelangan tangan kanan.

Hari Jumat, setelah menjalani sidang soal insiden di MotoGP Austria satu hari sebelumnya, Johann Zarco dapat hukuman start dari pit lane pada balapan MotoGP Styria hari ini.

Hebatnya meski segala rintangan di atas, juara dunia Moto2 dua kali ini bisa finis ketiga pada kualifikasi, kemarin. Hanya saja hasil tersebut sia-sia lantaran ia mendapat hukuman start dari pit lane.

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Komentar Johann Zarco

Pembalap Avintia Ducati, Johann Zarco, melakukan selebrasi usai menjuarai balapan MotoGP Republik Ceska di Sirkuit Brno, Minggu (9/8/2020). Brad Binder menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 41 menit 38,764 detik. (AFP/Joe Klamar)

Johann Zarco yang sempat absen pada dua latihan bebas hari Jumat, menyatakan dirinya masih merasakan sakit pada lokasi operasi saat mengikuti sesi kualifikasi MotoGP Styria.

"Hanya rasa sakit yang saya rasakan tidak seburuk yang saya prediksi. Rasa sakitnya masih bisa saya kontrol. Saya benar-benar bisa fokus mencetak lap yang berkualitas," kata Johann Zarco selepas kualifikasi.

Tapi pembalap asal Prancis ini sadar betul perjuangannya saat balapan nanti bakal sulit. Tidak hanya soal harus start dari pit lane, dirinya juga harus berjuang melawan rasa sakit di pergelangan tangan.

"Untuk balapan yang digelar pada jumlah lap yang banyak, tentu rasa sakit yang saya rasakan bakal lebih hebat. Tapi saya percaya diri karena kecepatan motor sangat kompetitif," tutur eks pembalap Tech 3 Yamaha itu.

 

Sumber: MotoGP.com

Berita Terkait