Fakta Kengerian Bayern Munchen di Liga Champions 2019 / 2020 : Hanya Barcelona dan Chelsea Bisa Bobol Gawang Die Roten

oleh Nurfahmi Budi diperbarui 24 Agu 2020, 06:10 WIB
Gelandang Bayern Munchen, Joshua Kimmich, berebut bola dengan penyerang Barcelona, Ansu Fati, pada pada perempat final Liga Champions 2019/2020 di Estadio Da Luz, Sabtu (15/8/2020) dini hari WIB. Bayern Munchen menang telak 8-2 atas Barcelona. (AFP/Rafael Marchante/pool)

Bola.com, Jakarta - Bayern Munchen menuntaskan ambisi di pentas Liga Champions 2019/2020. Mereka berhasil menjadi jawara setelah mengalahkan wakil Prancis, Paris Saint-Germain (PSG) dengan skor 1-0, Senin (24/8/2020) dini hari WIB.

Gol tunggal via sundulan Kingsley Coman pada menit ke-59 sudah cukup bagi Bayern Munchen untuk menambah koleksi di lemari trofi mereka. Saat ini, Bayern Munchen sudah mengumpulkan enam trofi, menyamai pencapain Liverpool.

Advertisement

Ragam catatan mengiringi keberhasilan Bayern Munchen menjadi yang terbaik di Liga Champions 2019/2020. Selain penampilan para predator area depan, seperti Robert Lewandowski, Thomas Muller dan Serge Gnabry, FC Hollywood juga punya senjata lain, yakni lini belakang.

Yup, daerah pertahanan Bayern Munchen tergolong super. Bagaimana tidak, sepanjang fase knock-out, mereka hanya kebobolan tiga gol. Hanya Barcelona dan Chelsea yang sanggup merobek gawang Die Roten.

Bomber Chelsea, Tammy Abraham merobek jala Bayern Munchen pada Leg 2 Babak 16 Besar. Sementara itu, dua gol Barcelona lahir via bunuh diri David Alaba dan Luis Suarez, yang terjadi pada fase semifinal.

 

Video Bayern Munchen

2 dari 3 halaman

Dalam 11 Laga

Penyerang Bayern Munchen, Robert Lewandowski, berebut bola dengan bek Olympique Lyon, Marcal, pada semifinal Liga Champions 2019/2020 di Estadio Jose Alvalade, Kamis (20/8/2020) dini hari WIB. Bayern Munchen menang 3-0 atas Lyon. (AFP/Franck Fife/pool)

Total, dalam 11 pertandingan di panggung Liga Champions musim ini, gawang Bayern Munchen hanya kebobolan 8 gol. Kondisi tersebut menunjukkan lini belakang yang kokoh, dan menjadi satu di antara kunci mereka merebut trofi Liga Champions 2019/2020.

Tercatat, sejak semifinal, area di depan Manuel Neuer berisi kuartet tangguh, yakni Jerome Boateng. Alphonso Davies, David Alaba dan Joshua Kimmich. Sedangkan sepanjang musim ini, ada tiga bek lain yang punya pengaruh, yakni Benjamin Pavard, Lucas Hernandez dan Niklas Sule.

Kombinasi mereka, terutama ketika di semifinal dan final, membuat barisna bomber lawan tak bisa bergerak bebas. Pada fase empat besar misalnya, Lionel Messi nyaris tak bisa bergerak, begitu juga Luis Suarez, Arturo Vidal sampai Frenkie de Jong.

 

3 dari 3 halaman

Kuartet Tangguh

Gelandang Bayern Munchen, Serge Gnabry, berebut bola dengan bek Olympique Lyon, Marcal, pada semifinal Liga Champions 2019/2020 di Estadio Jose Alvalade, Kamis (20/8/2020) dini hari WIB. Bayern Munchen menang 3-0 atas Lyon. (AFP/Franck Fife/pool)

Kuartet lini belakang Bayern Munchen tersebut juga bermain luar biasa di pentas final. Kylian Mbappe, Neymar dan Angel Di Maria, seolah tak sanggup menembus secara kontinyu barisan pertahanan FC Hollywood.

"Ini adalah impian kita semua. Kami memang sempat tak santai dalam membangun serangan, mungkin karena kurang percaya diri. Tapi, ini adalah permainan tim dan berasal dari seluruh pemain. Sungguh, saya tak pernah sesenang ini bermain dengan sebuah tim," kata Manuel Neuer.