5 Kali Sudah Lionel Messi Nyaris Tinggalkan Barcelona, Termasuk ke Real Madrid

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 27 Agu 2020, 10:30 WIB
Ilustrasi Lionel Messi Pergi dari Barcelona (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Lionel Messi mengejutkan jagat sepak bola dunia. Sang megabintang asal Argentina itu dikabarkan bakal angkat kaki dari Camp Nou, markas Barcelona.

Sejak Lionel Messi memenangi gelar Ballon d'Or keenamnya pada Desember tahun lalu, spekulasi mengenai akhir kariernya di Barcelona sebetulnya sudah menyeruak. Akhir musim ini, segalanya menjadi terlihat sangat nyata.

Advertisement

Banyak hal yang membuat Lionel Messi gerah di Barcelona. Mulai dari masalah internal, pemecatan dua pelatih, hingga penutupan musim tanpa satupun trofi.

Padahal, nyaris tiap musim ia selalu mencetak rekor demi rekor, menjadikannya pesepak bola jenius dalam satu dekade terakhir.

Apa yang dialami Barcelona dalam beberapa musim belakangan ini seakan memantik bara api yang sudah panas. Pada 2018/2019 misalnya, meski menang La Liga, mereka tumbang menyesakkan atas Liverpool pada semifinal.

Setelah itu, Barcelona juga dihajar Valencia 1-2 pada ajang Copa del Rey. Musim ini jadi yang terparah, dan kesabaran Lionel Messi sudah mencapai puncaknya.

Niat Lionel Messi untuk angkat kaki dari Camp Nou makin menjadi-jadi. Namun sebenarnya, bukan kali ini ia diisukan bakal meninggalkan Barcelona.

 

Video

2 dari 6 halaman

Manchester City

Manchester City - Ilustrasi Lionel Messi Jersey Manchester City (Bola.com/Adreanus Titus)

Musim panas ini, Manchester City menjadi satuu tim yang paling siap menampung Lionel Messi. Dana besar dan janji manis memenangi Liga Champions menjadi faktor utama.

Ternyata, bukan kali ini saja Lionel Messi diisukan dengan Manchester City. Sebab, menurut laporan The Athletic, The Citizens sudah pernah tertarik meminangnya, bahkan sejak Khaldoon Al-Mubarak mengambil alih kepemilikan klub.

"Keberadaan Pep Guardiola, Txiki Begiristain, dan Ferran Soriano membuat Lionel Messi berat meninggalkan Barcelona. Semua pihak sebenarnya berupaya mewujudkan transfer tersebut, tapi sulit. Mereka tidak mau dicap buruk di Camp Nou karena melepas Messi ke Manchester City," bunyi laporan The Athletic.

Pada 2016, ketika Pep Guardiola resmi melatih Manchester City, Khaldoon Al-Mubarak berbicara kepada media Timur Tengah.

"Saya meminta Guardiola berbicara pada Messi dan mengatakan bahwa Manchester City menawarkan gaji tiga kali lipat lebih besar dari yang ia dapat di Barcelona. Tapi, Messi menolak," kata Khaldoon Al-Mubarak.

 

3 dari 6 halaman

Real Madrid

Barcelona - Lionel Messi Walk Out From Camp Nou (Bola.com/Adreanus Titus)

Masih dari The Athletic, laporan yang lebih menghebohkan juga dirilis. "Presiden Real Madrid, Florentino Perez telah berupaya serius meyakinkan Lionel Messi dan keluarganya untuk kembali merealisasikan transfer 'Luis Figo'."

Pada 2016, Stasiun Radio Cadena COPE, juga mengklaim bahwa Real Madrid mencoba membeli Lionel Messi sebanyak tiga kali dalam lima tahun.

Mereka mengklaim pendekatan pertama mereka datang pada 2011, ketika Cristiano Ronaldo dikaitkan dengan kepindahan dari Real ke Manchester City. Pada 2013, Perez dikabarkan mencoba lagi setelah Barcelona mengalahkan Madrid hingga penandatanganan Neymar. Dan upaya ketiga diduga dilakukan setelah Barcelona berhasil meraih Treble pada 2014-15.

Lalu pada 2013, Der Speigel, media Jerman, mengklaim bahwa Real Madid bersedia untuk memenuhi klausul rilis 250 juta Euro Messi dan bahkan mengklaim Los Blancos bersedia untuk "memberikan tekanan pada Mariano Rajoy", Perdana Menteri Spanyol , sehubungan dengan investigasi penggelapan pajak Messi.

Saat ditanya oleh European Investigative Collaborations, sebuah jaringan jurnalisme investigasi, Real menyebut cerita itu “benar-benar salah”.

 

4 dari 6 halaman

Inter

Pemain Inter Milan Marcelo Brozovic mencoba menghentikan striker Barcelona Lionel Messi pada matchday kedua Grup F Liga Champions di Camp Nou, Kamis (3/10/2019) dini hari WIB. Barcelona menang 2-1. (foto AP / Emilio Morenatti)

Sering disebut-sebut sebagai salah satu dari sedikit tim yang memungkinkan Messi bergabung jika dia meninggalkan Barcelona, Inter sekali lagi dilaporkan masuk kandidat kuat.

Pada 2016, Inter nyaris merealisasikan transfer Lionel Messi, ketika mereka bersedia mengaktifkan klausul pembelian 150 juta euro, meskipun Messi baru berusia 19 tahun saat itu.

Mantan presiden Joan Laporta mengatakan kepada The Guardian: “Mereka siap untuk membayar klausul pembelian 150 juta euro, itulah sebabnya kami [kemudian] menaikkannya menjadi 250 juta euro, tetapi saya tidak enak dengan ayah Messi, Jorge."

"Saya mengatakan kepadanya, 'Mereka harus membayar klausul tersebut karena saya tidak akan menjual. Dia akan bahagia di sini, dia akan mendapatkan kemuliaan. Di sana, dia hanya akan menang secara finansial. Putra Anda ditakdirkan untuk menjadi yang terhebat dalam sejarah dan di sini dia akan memiliki tim untuk membantu mencapainya. Dia akan menikmatinya'.”

 

5 dari 6 halaman

Arsenal

Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, menyapa suporter saat perpisahan di Stadion Emirates (6/5/2018). Selama 22 tahun membesut Arsenal, Wenger telah mempersembahkan 17 gelar dan 704 Kemenangan. (AFP/Adrian Dennis)

Dengan gaya klasik Arsene Wenger, mantan bos Arsenal itu mengaku nyaris mengontrak Messi - dan Gerard Pique - pada saat yang sama ketika The Gunners mendatangkan Cesc Fabregas dari Barcelona.

“Kami sedang berdiskusi dengan Barcelona ketika kami membeli Fabregas, karena Messi bermain [dengannya],” kata Wenger kepada beIN SPORTS pada 2019.

“Terkadang Anda dapat menyadari betapa fantastisnya tim yunior yang Anda miliki sebelumnya ketika Anda berada di klub seperti Barcelona. Di tim yang sama: Messi, [Gerard] Pique dan Fabregas. ”

 

6 dari 6 halaman

2013-2014

2. Lionel Messi - Messi masih memiliki catatan luar biasa dalam penampilan individu di kompetisi La Liga. Pemain berusia 33 tahun ini mencetak 25 gol dan 21 assist, paling banyak dibanding pemain lain di La Liga musim 2019-2020. (AFP/Pau Barrena)

Pada 2019, Messi mengungkapkan ingin meninggalkan Barcelona setelah dinyatakan bersalah menipu otoritas pajak Spanyol.

"Saya berpikir untuk pergi saat itu, bukan untuk meninggalkan Barcelona tetapi meninggalkan Spanyol," katanya kepada RAC1. “Saya merasa dianiaya dan tidak ingin berada di sini lagi."

“Pintu saya dibuka oleh banyak klub tetapi saya tidak pernah mendapat tawaran resmi karena semua orang tahu keinginan saya sebelumnya untuk melanjutkan di Barcelona. Perasaan saya melampaui apa yang saya rasakan untuk klub ini.“

"Ada suatu masa ketika saya lelah dengan banyak hal, itu terjadi beberapa kali, terutama pada tahun 2013 dan 2014, dengan masalah perbendaharaan dan segala sesuatu yang keluar. Itu sulit bagi saya dan keluarga saya, banyak orang tidak tahu apa yang saya alami dan saya mendengar sektor pers membantu mewujudkan ini.”

Sumbr: Berbagai sumber

Berita Terkait