Jadi Calon Wakil Bupati Bandung, Atep Soroti Penundaan Shopee Liga 1

oleh Fitri AprianiMuhammad Adi Yaksa diperbarui 05 Okt 2020, 21:15 WIB
Pemain Persib, Atep, melewati pemain Barito Putera, Hansamu Yama, pada laga TSC 2016 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/8/2016). Persib menang 2-0 atas Barito Putera. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)(Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Bandung - Calon Wakil Bupati Bandung, Atep, menyoroti penundaan Shopee Liga 1 musim ini. Dia membandingkan nasib kompetisi dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2020.

PSSI memutuskan untuk menunda Shopee Liga 1 hingga batas waktu yang belum ditentukan lantaran tidak mendapatkan izin dari kepolisian hanya tiga hari sebelum kompetisi dimulai.

Advertisement

Atep, yang akan bertarung pada Pemilihan Bupati (Pilbup) Kabupaten Bandung sebagai calon wakil bupati, berharap kompetisi dapat dilanjutkan seperti Pilkada yang juga akan digelar sesuai jadwal.

"Saya sebagai calon tentu berharap harus adil. Untuk pemerintah, memang walaupun di satu sisi ada alasan-alasannya, tetapi saya berharap kompetisi tetap jalan karena memang tidak ada penonton. Terpenting ada protokol kesehatan," kata Atep kepada Bola.net, Senin (5/10/2020).

"Artinya, jangan memberhentikan sepak bola karena alasan sesuatu dan mengapa Pilkada jalan terus namun sepak bola berhenti? Harapan saya, Pilkada jalan, sepak bola juga harus jalan," imbuh mantan kapten Persib Bandung ini.

Video

2 dari 2 halaman

Sepak Bola Ladang Mencari Nafkah

Atep menerima penghargaan dari Persib Bandung dalam acara launching tim di Hotel Savoy Homann, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu (11/5/2019). (Bola.com/Erwin Snaz)

Sebagai mantan pelaku di atas lapangan, Atep bisa merasakan penderitaan pemain setelah penundaan Shopee Liga 1. Pria berusia 35 tahun itu tahu betul bagaimana susahnya membuat dapur ngebul ketika kompetisi dihentikan pada 2015 akibat intervensi sanksi FIFA terhadap PSSI.

"Saya insan sepak bola. Atlet-atlet ini kan berpangku tangannya di sepak bola. Mencari nafkahnya di sepak bola. Ketika diundur lagi, tidak ada kejelasan, tenu saya harus melakukan sesuatu," terang Atep.

"Saya juga sempat merasakan sebagai atlet bagaimana susahnya ketika sepak bola ini berhenti," tutur mantan pemain Timnas Indonesia ini.

 

Sumber Bola.net

(Penulis: Fitri Apriani/Editor: Gia Yuda Pradana)

Published 5 Oktober 2020 Pukul 13.45 WIB

Berita Terkait