Hariono Cerita Awal Karier Bekerja di Minimarket sampai Kebiasaan Keramas

oleh Hendry Wibowo diperbarui 19 Okt 2020, 17:00 WIB
Gelandang Persib, Hariono, saat laga Torabika Soccer Championship 2016 melawan Sriwijaya FC di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Sabtu (30/4/2016). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta - Banyak pesepak bola harus berdarah-darah menjalani karier untuk menjadi pemain profesional. Satu di antaranya adalah gelandang yang dikenal punya permainan keras, Hariono.

Siapa sangka pemain yang lama memperkuat Persib Bandung ini ternyata pernah bekerja di minimarket, Indomaret saat mengawali karier sebagai pesepak bola.

Advertisement

Namun dari karier pekerjaan sebagai karyawan Indomaret inilah, karier pesepak bola Hariono dimulai. "Ya, saya sempat gabung tim internal Persebaya, Indomaret. Selesai SMA, saya ditawarkan kerja di Indomaret sebagai karyawan," cerita Hariono melalui channel YouTube, Brandon Sport Channel.

"Sebelum jadi pemain profesional kerja di Indomaret selama tiga tahun. Karena mungkin ekonomi, jadi saya kerja sambil main bola bersama tim Indomaret yang saat itu ikut liga internal Persebaya," tambahnya.

Karena sepak terjangnya bersama tim sepak bola Indomaret, Hariono pun percaya diri ikut seleksi tim asal Sidoarjo yang bermain di divisi 2 kala itu, Persida pada tahun 2013.

"Alhamdullilah saya gabung Persiba dua tahun di situ. Dan tahun berikutnya Deltras Sidoarjo. Dari Deltras ke Persib Bandung cukup lama sampai sekarang alhamdulillah di Bali United," Hariono menjelaskan.

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Soal Rambut Gondrong

Hariono (dok. Bali United)

Sebagai pesepak bola, Hariono tak hanya dikenal lantaran permainannya yang keras di lapangan. Satu yang menjadi ciri khasnya adalah rambut gondrong.

"Dari kecil sekolah sering gondrong, kena marah sama guru. Sampai sekarang masih nyaman gondrong. Dari keluarga tidak ada yang komplain," Hariono menceritakan.

Lantaran berambut gondrong, keramas tentunya jadi salah satu aktivitas wajib yang dilakukan pemain berusia 35 tahun itu. Lantas berapa kali dalam sehari seorang Hariono keramas?

"Hampir setiap mandi keramas, ya tiap hari. Kadang kalau waktu tidak sempat, latihan tidak keramas. Tapi setelah latihan ya mau tidak mau keramas," jawabnya tertawa.

Puncak karier seorang Hariono terjadi ketika sang pemain memperkuat Persib Bandung. Dia mengantarkan Maung Bandung meraih titel juara Indonesia Super League tahun 2014.

Oleh karena itulah, ketika meninggalkan Persib tahun 2019, ia melakukan pengumuman emosional di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.

 

Sumber: Channel YouTube Brandon Sport Channel