Liga Spanyol: Catatan untuk Ronald Koeman Setelah Barcelona Kalah di El Clasico

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 26 Okt 2020, 16:15 WIB
Pelatih Barcelona, Ronald Koeman (kanan), bersalaman dengan pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, setelah laga El Clasico di Camp Nou, Sabtu (25/10/2020). (AFP/Lluis Gene)

Bola.com, Jakarta - Barcelona meninggalkan Camp Nou dengan kepala tertunduk setelah kalah dari Real Madrid dalam laga El Clasico di jornada ketujuh La Liga, Sabtu (24/10/2020). Sang pelatih, Ronald Koeman, mendapatkan banyak catatan dari kiprahnya sejauh ini, setidaknya hingga laga El Clasico berakhir.

Barcelona mengalami penderitaan saat menjamu Real Madrid di Camp Nou. Laga jornada ketujuh La Liga untuk Barcelona itu menjadi sebuah antiklimaks.

Advertisement

Setelah tertinggal lebih dulu dari Real Madrid karena gol Fede Valverde pada menit kelima, dan berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Ansu Fati pada menit kedelapan, akhirnya Barcelona harus kalah.

Barcelona kalah 1-3 dari Real Madrid yang menambah pundi-pundi gol lewat Sergio Ramos dan Luka Modric. Barcelona gagal membendung aksi Sergio Ramos yang akhirnya mencetak gol dari titik putih dan juga Luka Modric.

Dari kekalahan tersebut, Ronald Koeman sebagai pelatih Barcelona tentu mendapatkan sorotan. Apalagi kekalahan ini terjadi di Camp Nou. Ada beberapa catatan penting untuk pelatih asal Belanda itu dari kiprahnya hingga sejauh ini, terutama di laga El Clasico.

Video

2 dari 3 halaman

Minim Reaksi dan Berharap Belas Kasih

Pelatih Barcelona, Ronald Koeman. (AFP/GABRIEL BOUYS)

Gol penalti yang dicetak oleh Sergio Ramos pada menit ke-63 menjadi momen yang penting dalam laga El Clasico. Real Madrid berbalik unggul dan secara mental berada di atas angin. Barcelona dalam tekanan dan kacau akibat insiden tersebut.

Jurnalis Marca, Nacho Regalado, menyesalkan sikap Ronald Koeman pasca momen tersebut. Pelatih asal Belanda itu dinilai minim reaksi. Tak ada perubahan taktik dan pendekatan permainan yang dilakukannya terhadap tim asuhannya.

"Tidak ada reaksi, mereka bergantung kepada belas kasihan lawan dan Koeman berjuang untuk bereaksi. Tidak ada perubahan taktik," ulas Regalado seperti dikutip dari Marca.

Ronald Koeman akhirnya baru menggeanti pemain pada menit ke-81. Tiga pemain sekaligus masuk lapangan, Antoine Griezmann, Trincao, dan Ousmane Dembele. Reaksi yang telat dari Ronald Koeman yang terlihat mulai panik.

Ronald Koeman juga mengganti Jordi Alba dengan Martin Braithwaite pada menit ke-87.

"Alba tampak lelah setelah mengalami cedera yang membuatnya harus absen selama tiga pekan," ujar Regalado.

3 dari 3 halaman

Situasi yang Sulit

Pelatih Barcelona, Ronald Koeman tertunduk lesu saat La Blaugrana dikalahkan Getafe dengan skor 0-1 pada laga lanjutan Liga Spanyol, Minggu (18/10/2020) dini hari WIB. (GABRIEL BOUYS / AFP)

Regalado menilai Barcelona dan Ronald Koeman ini berada dalam situasi sulit. Mereka sempat tampil menjanjikan pada awal musim, tapi kekalahan dari Real Madrid menjadi sebuah tanda buruk bagi klub asal Catalan.

"Permainan mereka belum membaik sejak musim lalu, musim yang berakhir tanpa trofi. Selain itu, mereka akan bertandang ke Juventus pada Kamis (26/10/2020) tanpa Gerard Pique dan kemungkinan kembalinya Cristiano Ronaldo," kata Regalado.

"Ini situasi yang rumit bagi Ronald Koeman, yang harus bereaksi sebelum terlambat dan sebelum tidak ada peluang untuk memenangkan gelar juara," tutup Regalado.

Sumber: Marca

Disadur dari: Bola.net (Asad Arifin, published 26/10/2020)

Berita Terkait