Bhayangkara FC Membuka Lembaran Baru di Kota Solo

oleh Vincentius Atmaja diperbarui 27 Nov 2020, 19:45 WIB
Seremonial launching homebase baru Bhayangkara Solo FC di Stadion Manahan, Jumat (27/11/2020) siang. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Bola.com, Solo - Stadion Manahan resmi menjadi rumah bagi klub Shopee Liga 1, Bhayangkara FC. Tim berjulukan The Guardians ini baru saja secara resmi melalui launching hijrah menjadi tim kebanggan wong Solo, Jumat (27/11/2020).

Tim yang sebelumnya bermarkas di Jakarta sudah resmi bertransformasi menjadi Bhayangkara Solo FC, sehingga kota Bengawan kini punya dua klub selain Persis Solo yang masih berjuang di Liga 2.

Advertisement

Kehadiran Bhayangkara Solo FC setidaknya dapat melepas dahaga publik sepak bola di Solo menikmati tim besar dan sukses seperti yang ditorehkan Indra Kahfi dan kawan-kawan. Tim ini sukses merengkuh gelar juara Liga 1 2017 dan menembus empat besar klasemen akhir di dua tahun belakangan.

Sebagian besar pemain Bhayangkara Solo FC sudah merapat di markas barunya. Selain kapten Indra Kahfi, ada pula Ruben Sanadi, Wahyu Tri Nugroho, Sani Rizky, hingga pemain asing asal Korea Selatan, Lee Yu Joon, serta pelatih Paul Munster.

CEO Bhayangkara Solo FC, Irjen Pol Istiono mebeberkan alasan hijrah ke Solo dan menunjuk Stadion Manahan sebagai markas. Dampak besar karena pandemi COVID-19, turut menjadi pertimbangan utama, serts lokasi dan besarnya animo penggila sepak bola di Solo.

"Pertimbangan yang mendasari adalah rekomendasi PSSI bahwa selama pandemi COVID-19 semua aktivitas kompetisi dikonsentrasikan di Pulau Jawa. Sehingga tidak melakukan penerbangan dan meminimalkan penyebaran virus corona. Kebijakan pemerintah yang harus kami respons dengan cepat," terangnya.

"Seperti yang sudah dilakukan oleh beberapa tim yang memindahkan markasnya ke Yogyakarta dan sekitarnya. Sementara di Solo, Bhayangkara FC yang akhirnya memutuskan pindah menindaklanjuti kebijakan itu," lanjut dia.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Strategis

Logo baru Bhayangkara Solo FC yang resmi berhomebase di Stadion Manahan, Jumat (27/11/2020). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Menurutnya, lokasi Kota Solo yang begitu strategis karena berada di tengah-tengah Pulau Jawa. Praktis dapat terjangkau secara jarak melalui jalur darat ketika melakukan aktivitas pertandingan.

Dengan demikian, konsep dari kompetisi melalui darat dan mengurangi penyebaran COVID-19, kombinasi antara olahraga dan kesehatan bisa sama-sama diperhatikan.

"Solo ini secara sejarah peminat olahraga sepakbola begitu tinggi. Bhayangkara FC punya prestasi di tiga tahun terakhir tidak mengecewakan. Semoga bisa juara lagi setelah pindah jadi Bhayangkara Solo FC," jelas Istiono.

Berita Terkait