Persela Menjaga Asa Kelanjutan Shopee Liga 1 2020

oleh Nandang Permana diperbarui 07 Des 2020, 22:30 WIB
Shopee Liga 1 Logo. (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Jakarta - Pernyataan Polri yang akan mendukung lanjutan Shopee Liga 1 2020 disambut gembira oleh Persela Lamongan. Asisten pelatih Persela, Didik Ludiyanto menegaskan, kabar tersebut setidaknya menjaga asa para pelaku sepak bola di Tanah Air.

Dukungan dari Polri untuk kelanjutan Shopee Liga 1 disampaikan oleh Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (KABAHARKAM), Komjen Pol. Agus Andrianto ketika pertemuan dengan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru beberapa waktu lalu. 

Advertisement

"Alhamdulilah ada harapan, minimal asa masih ada. Semoga pandemi cepat berlalu biar kami bisa mempersiapkan tim lebih baik. Kami menunggu kepastian dari PSSI saja," kata Didik kepada Bola.com, Senin (07/12/2020).

Jika Liga 1 terlaksana sesuai dengan jadwal yakni Februari 2021, Didik memprediksi jadwal dan format kompetisi akan menyesuaikan dengan event lain pada 2021 terutama Piala Dunia U-20.

"Akan tetapi kalau hanya untuk mengisi kekosongkan dan mempersiapkan musim 2021/ 2022, idealnya home turnamen dibagi tiga grup atau empat grup. Masalah yang utama adalah izin Polri, yang kedua waktu harus menyesuaikan dengan Piala Dunia U-20," ungkapnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Menanti Kepastian

Bek Persija Jakarta, Tony Sucipto, berebut bola dengan striker Persela Lamongan, Delfin Rumbino, pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi, Jumat (15/11). Persija menang 4-3 atas Persela. (Bola.com/Yoppy Renato)

Mengenai persiapan tim, dalam kondisi seperti ini, Didik menegaskan tidak akan mendapatkan persiapan yang ideal.

Persela saat ini masih meliburkan tim hingga waktu yang belim ditentukan. Dari 18 tim kontestan, hanya 1 tim yang terus melakukan persiapan dengan latihan bersama yakni Persikabo.

"Tanggal berapa dulu bulan Februari itu? Di sini jangan bicara ideal, semua tidak ideal untuk merencanakan sesuatu periodisasi, tapi minimal mendekati ideal," tambahanya.

"Misal Liga 1 dimulai 1 Februari, kami latihan tarik mundur 45 hari. Kalau tidak bisa ya 30 hari alias sebulan, itu pun mepet skali. Kuncinya dari federasi harus tahu kapan mulainya kompetisi? Baru kami persiapan," tutup Didik.

Berita Terkait