8 Pemain dengan Selebrasi Ikonik di Sepak Bola Indonesia: Suster Ngesot hingga Gaya Tukul Arwana

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 09 Des 2020, 09:45 WIB
Liga 1 - Cristian Carrasco, Marcio Souza, Cristian Gonzales (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Beragam cara dilakukan pesepak bola di Liga Indonesia untuk meluapkan kebahagiaan setelah mencetak gol di lapangan. Kebahagiaan itu terkadang diluapkan melalui selebrasi-selabrasi ikonik dan menarik.

Selain luapan kebahagiaan setelah mencetak gol, selebrasi juga dilakukan untuk menghibur penonton. Bahkan, ada pula pemain yang sudah ikonik dengan gaya selebrasi tertentu.

Advertisement

Gaya selebrasi kadang menular ke pemain lainnya. Akan tetapi, dalam beberapa tahun terakhir tren tersebut berubah seusai gaya selebrasi yang sedang tersohor di dunia.

Umumnya, gaya selebrasi berupa tari-tarian yang dilakukan secara individu atau berkelompok bersama pemain lainnya. Namun, ada pula selebrasi yang sengaja dilakukan untuk memancing kontroversi dan emosi lawan.

Bola.com memilih pemain-pemain yang melakukan selebrasi unik dan kreatif usai mencetak gol. Berikut ini delapan pemain dengan gaya selebrasi yang ikonik setelah mencetak gol di Liga Indonesia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 9 halaman

Cristian Gonzales (Cium Jari Telunjuk)

Striker Arema FC, Cristian Gonzales, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Bahayangkara FC pada laga Liga 1 di Stadion Patriot, Bekasi, Jumat (4/8/2017). Skor sementara babak 1 imbang 1-1. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Mau di mana pun Cristian Gonzales bermain, selebrasinya tetap sama. Mencium telunjuk tangannya lalu menunjuk ke atas.

Sampai saat ini, belum pernah terungkap arti di balik perayaan gol tersebut. Namun, diyakini, selebrasi Gonzales bermakna ucapan terima kasihnya kepada Tuhan.

Gonzales telah berkarier di Liga Indonesia sejak 2003. Pemain yang karib dipanggil El Loco itu total mencetak 249 gol.

Sekarang, Gonzales sudah tidak aktif lagi bermain. Di usianya yang menginjak 44 tahun, El Loco mulai bantin setir menjadi pesinetron.

3 dari 9 halaman

Cristian Carrasco (Topeng Spiderman)

(c) http://persita-fc.com/

Cristian Carrasco sering dijuluki Spiderman di lapangan. Sebutan itu dibuat bukan tanpa alasan.

Ya, Carrasco dipanggil Spiderman lantaran setiap aksi selebrasinya selepas mencetak gol, bomber asal Cile itu selalu memakai topeng Spidermannya yang ia taruh di celananya.

Selain bakat menghibur penggemar melalui selebrasinya, pemain yang lama menjadi pilar Persita Tangerang ini boleh dibilang jago melawak dan menyanyi serta tampil di sejumlah acara di televisi Tanah Air sambil mempertontonkan bakatnya itu.

Carrasco mendarat di Liga Indonesia pada 2003 untuk memperkuat PSMS Medan. Terakhir, mantan pemain berusia 42 tahun itu memperkuat Persita Tangerang pada 2013.

4 dari 9 halaman

Marcio Souza (Tukul Arwana)

Berita soal penangkapan mantan striker Persib dan Arema, Marcio Souza di Brasil. (Istimewa)

Marcio Souza cukup mengagumi sepak terjang komedian asal Indonesia, Tukul Arwana. Sampai-sampai, mantan pemain asal Brasil itu menjadikan gesturnya sebagai selebrasi golnya.

Mantan striker Persela Lamongan ini akan bertepuk tangan vertikal lalu menarik-narik bibirnya seperti yang kerap diperankan Tukul Arwana.

Selebrasi ini pernah ia peragakan di laga Persela kontra Persib pada 18 April 2007. Gol yang ia cetak pada menit 18 langsung dilanjutkan dengan selebrasi Tukul Arwana.

Pada Mei 2016, Marcio sempat membuat heboh publik Tanah Air. Pemain asal Brasil itu kabarnya terlibat kasus pengaturan skor di sepak tanah kelahirannya.

Marcio Souza memulai kariernya di Liga Indonesia bersama Persela Lamongan pada 2006. Saat ini, ia telah gantung sepatu.

5 dari 9 halaman

Alcidio Fleitas (Telepon Pakai Sepatu)

Alcidio Fleitas (kiri) (Instagram @alcidiofleitas)

Alcidio Fleitas sangat lekat dengan selebrasi ini sewaktu membela PSMS Medan. Usai mencetak gol, mantan pemain asal Paraguay itu selalu mencopot sepatunya dan bergaya seperti orang yang sedang menelepon.

Selebrasi Alcidio Fleitas itu dikabarkan dimaksudkan sebagai komunikasi dengan orang tuanya tanda dirinya baru mencetak gol.

Selama berkarier di Indonesia, nama Fleitas cukup disegani. Terbukti, ia sempat masuk ke dalam pemain pilihan untuk partai Perang Bintang di musim 2006.

Fleitas juga berjasa mengantarkan PSMS Medan menjuarai Piala Emas Bang Yos 2005. Kala itu, ia menjadi penerus Carrasco.

6 dari 9 halaman

Redouane Barkaoui (Goyang Jaipong dan Karawang)

Redouane Barkaoui, sudah memiliki lisensi pelatih B CAF. (Dok.pribadi)

Usai menyobek gawang lawan, Barkaoui selalu bergoyang layaknya penari nan gemulai. Striker asal Maroko ini memiliki dua goyang sebagai selebrasinya.

Adalah Goyang Jaipong, selebrasi Barkaoui saat membela Persib Bandung di musim 2006-2008 dan Goyang Karawang saat ia berseragam Pelita Jaya, sekarang Madura United, pada 2009.

Barkaoui membawa "goyangannya" saat bergabung dengan Persela Lamongan pada 2010. Selebrasi Goyang Jaipong juga pernah kembali ia pamerkan dalam laga Persela versus Persib.

7 dari 9 halaman

Nova Arianto (Suster Ngesot)

Asisten pelatih Timnas Indonesia, Nova Arianto saat sesi latihan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Senin (13/1/2020). Gong Oh-kyun dinyatakan postif terpapar virus corona. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Selebrasi unik kembali lahir dari mantan pemain Persib. Selain Barkaoui, ada mantan bek Timnas Indonesia, Nova Arianto. Usai mencetak gol, pemilik nomor punggung 30 di Tim Maung Bandung ini akan duduk bersimpuh kemudian menarik dirinya menggunakan pinggul dan kedua tangannya. Persis seperti gambaran Suster Ngesot yang sempat menghebohkan publik Indonesia itu.

Selebrasi ini pernah ia tunjukkan bersama timnas saat membobol gawang Thailand di leg kedua semifinal Piala AFF 2008. Sayang, gol itu tak mampu menyelamatkan Indonesia dari kekalahan dengan agregat 1-3 dari Tim Gajah Putih.Si topeng Spiderman hengkang, si penelopon dengan sepatu datang.

8 dari 9 halaman

Jajang Mulyana (Goyang Itik)

Pemaimn Bhayangkara FC, Jajang Mulyana. (Bola.com/Permana Kusumadijaya)

Selebrasi unik selanjutnya dimiliki oleh bek Bhayangkara Solo FC, Jajang Mulyana. Pesepak bola yang khas dengan permainan ngotot ini bakal langsung menirukan goyang khas biduan dangdut Zaskia Gotik, Goyang Itik, selepas mencetak gol.

Setelah menjebol gawang, Jajang kerap kali melakukan selebrasi dengan bergoyang itik yang juga sering diikuti rekan-rekannya bahkan ofisial tim.

9 dari 9 halaman

Fachrudin (Goyang Gergaji)

"Fachrudin Goyang Gergaji" jadi panggilan beken gara-gara gaya selebrasi nyeleneh yang dilakukannya. Sama seperti Jajang Mulyana yang meniru aksi pedangdut dalam selebrasinya, Fachrudin menyalin gaya Dewi Perssik, Goyang Gergaji.

Gelandang yang membantu Arema Cronus menjawarai ISL musim 2009/2010 ini akan berlari ke pinggir lapangan usai mencetak gol. Lalu bersama rekan setimnya ia mulai menggerakkan pinggulnya.

Berita Terkait