Makan Konate dalam Angka, Bintang yang Batal Bersinar di Persebaya

oleh Aditya Wany diperbarui 15 Des 2020, 13:46 WIB
Makan Konate. (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Surabaya - Gelandang Makan Konate digadang-gadang bakal menjadi pemain bintang bersama Persebaya Surabaya pada musim 2020. Maklum, playmaker berpaspor Mali itu merupakan sosok pemain asing yang berprestasi di Indonesia.

Pemain kelahiran 10 November 1991 itu termasuk pemain asing yang sukses berkarier di Indonesia. Dia pernah mempersembahkan gelar ISL 2014 dan Piala Presiden 2015. 

Advertisement

Kedatangannya pada awal musim 2020 melengkapi slot pemain asing klub berjulukan Bajul Ijo tersebut. Sebelumnya, Persebaya telah mengamankan tanda tangan David da Silva (Brasil), Aryn Williams (Australia), dan Mahmoud Eid (Palestina).

Konate direkrut dari klub rival, Arema FC, dan diikat kontrak semusim oleh Persebaya. Kepindahannya ini sempat memicu kontroversi mengingat dua klub tersebut merupakan rival dalam Derbi Jatim.

Makan Konate punya memiliki cerita menarik di balik keputusannya hengkang dari Arema FC dan bergabung ke Persebaya. Hal itu tidak terlepas dari pertemuan kedua tim.

Persebaya keluar sebagai pemenang saat menjamu Arema FC dalam lanjutan Liga 1 2019. Mereka berhasil menang 4-1 atas rivalnya itu dalam laga yang yang digelar di Stadion Batakan, Balikpapan, 8 Desember 2019.

Di laga itu, Makan Konate yang menjadi motor serangan Arema tidak banyak berkutik. Permainan Persebaya memang sangat luar biasa mendikte tim Singo Edan sehingga bisa menggelontorkan banyak gol.

Rupanya, hasil pertandingan itu membuat Konate kagum pada Persebaya. Dari situlah dia memiliki ketertarikan untuk menjadi gelandang andalan tim Bajul Ijo saat memasuki musim baru.

“Saya sudah beberapa kali melawan Persebaya. Tim ini punya pemain dan permainan yang bagus. Saya datang ke Persebaya karena itu,” ucap pemain berpaspor Mali tersebut.

Meski tidak lama membela Persebaya di lapangan hijau, sejumlah catatan unik berhasil dibukukan oleh Konate. Berikut Bola.com telah merangkumnya, simak ulasan berikut ini:

Video

2 dari 5 halaman

1 - Trofi Piala Gubernur Jatim

Makan Konate menjadi kapten Persebaya dan berhasil mencetak dua gol dalam kemenangan 4-2 atas Madura United dalam laga terakhir Grup A Piala Gubernur Jatim 2020 di Stadion Gelora Bangkalan, Jumat (14/2/2020). (Bola.com/Aditya Wany)

Trofi Piala Gubernur Jatim 2020 untuk Persebaya bukanlah yang pertama diraih oleh Makan Konate  di turnamen pramusim. Sebelumnya, dia sudah pernah mendapatkannya, bahkan diperoleh selama tiga musim berturut-turut bersama klub dan turnamen yang berbeda.

Makan Konate menjadi bagian integral sekaligus aktor penting Sriwijaya FC saat merengkuh mahkota juara Piala Gubernur Kaltim 2018. Di ajang tersebut, dia mampu keluar dengan gelar individu Pemain Terbaik.

Berikutnya, Konate juga merupakan sosok kunci saat Arema FC memenangkan Piala Presiden 2019. Menariknya, trofi ini didapatkannya saat melawan sang rival, Persebaya, dalam partai puncak dua pertandingan.

3 dari 5 halaman

6 - Klub Indonesia

Makan Konate merayakan gol kedua Persib yang dicetaknya ke gawang Sriwijaya FC dalam Final Piala Presiden 2015 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (18/10/2015). (Dok Bola.com)

Makan Konate pertama kali datang ke Indonesia di usia 20 tahun dengan membela PSPS Pekan baru pada 2012-2013. Di ISL 2013, dia hijrah ke Barito Putera. Tak ada gelar prestasi yang disumbangnya bersama dua klub ini.

Namanya kemudian melejit bersama Persib Bandung di ISL 2014. Dia menjadi pemain penting yang menjuarai kompetisi itu. Berikutnya, Konate meraih juara lagi bersama Persib di Piala Presiden 2015.

Konate lantas memutuskan berkarier di Malaysia dengan membela T-Team selama dua musim pada 2016-2017. Di sini, dia bekerja sama dengan pelatih asal Indonesia, Rahmad Darmawan.

Dia memutuskan pindah ke Sriwijaya FC yang juga merekrut Rahmad Darmawan di Liga 1 2018. Trofi Piala Gubernur Jatim 2018 menambah daftar prestasi di CV-nya. Sayang, dia hanya bertahan setengah musim.

Makan Konate lantas membela dua klub Jawa Timur yang kebetulan merupakan rival. Arema FC dan Persebaya menjadi klub ke-5 dan ke-6 Indonesia yang pernah dibelanya.

4 dari 5 halaman

10 - Nomor Punggung

Playmaker Persebaya Surabaya, Makan Konate. (Bola.com/Aditya Wany)

Nomor punggung 10 identik dengan pemain yang berposisi sebagai gelandang serang ini. Posisi itu juga biasanya dimiliki oleh pemain bertipe playmaker. Keduanya merupakan atribut yang melekat pada Konate.

Nomor punggung tersebut seperti memberi tuah tersendiri bagi Konate selama berkarier di Indonesia bersama PSPS Pekanbaru, Barito Putera, Persib Bandung, Sriwijaya FC, Arema FC, dan Persebaya.

Konate menyebutkan bahwa dirinya menyukai angka 10 yang merupakan tanggal lahirnya. Suatu kebetulan, pemain yang menjabat sebagai kapten Persebaya itu lahir bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional pada 10 November.

Bedanya, Hari Pahlawan Nasional diperingati untuk mengenang peristiwa perjuangan Arek-Arek Suroboyo yang berjuang melawan Sekutu pada 10 November 1945. Sedangkan Konate lahir di Bamako, Mali, pada 46 tahun kemudian atau 1991.

Saat Konate awal tiba di Surabaya, banyak Bonek, pendukung Persebaya, yang mengaitkan tanggal kelahirannya dengan Hari Pahlawan Nasional. Maklum, masyarakat Surabaya menganggap hari ini sangat sakral karena faktor historis.

5 dari 5 halaman

78 - Penampilan di Liga 1

Makan konate - Gelandang serang kelahiran Mali ini resmi berlabuh ke Persebaya dari Arema FC pada awal musim Shopee Liga 1 2020. Kedatangan Konate diharapakan bisa membawa Persebaya tampil lebih kompetitif. (Bola.com/Yoppy Renato)

Makan Konate tercatat telah tampil selama tiga musim yang berbeda di Liga 1 sejak 2018. Total, dia telah membukukan 78 penampilan bersama tiga klub yang berbeda. Pertama, dia mencatatkan 15 pertandingan selama putaran pertama Liga 1 2018 untuk Sriwijaya FC.

Torehan paling fantastis terjadi saat dia membela Arema FC selama satu setengah musim pada 2018 dan 2019. Total dia telah bertanding sebanyak 51 kali dan menyumbang 29 gol untuk tim berjulukan Singo Edan tersebut.

Pemain berusia 29 tahun itu hanya mampu tampil dalam dua pertandingan bersama Persebaya Surabaya di Liga 1 2020. Masing-masing melawan Persik Kediri dan Persipura Jayapura. Setelah itu, Liga 1 2020 dihentikan akibat pandemi COVID-19.   

Berita Terkait