Kisah Sukses Bali United Juara Liga 1 2019: Buah Manis Memperkuat Pertahanan pada Awal Musim

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 18 Des 2020, 09:15 WIB
Bali United - Kolase Juara Liga 1 2019 (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Bali United memperlihatkan keseriusan mereka untuk menjadi tim juara pada 2019 dengan mendatangkan sejumlah pemain untuk bisa memperkuat pertahanan mereka dan mendatangkan Stefano Cugurra Teco, pelatih asal Brasil yang baru saja mengantarkan Persija Jakarta menjadia juara Liga 1 2018. Keseriusan mempersolid tim pada awal musim berbuah manis pada akhir musim dengan gelar juara Liga 1.

Berawal dari kegagalan untuk finis di papan atas pada Liga 1 2018, Bali United berbenah pada awal 2019. Tim berjulukan Serdadu Tridatu itu seakan tidak bisa menerima kenyataan mereka finis di peringkat ke-11 saat Persija bersama Stefano Cugurra Teco meraih gelar juara Liga 1 2018.

Advertisement

Membidik pelatih yang tepat menjadi langkah awal yang tepat dari manajemen Bali United. Stefano Cugurra Teco pun dibuat meninggalkan Persija dengan mudah dengan membawa sejumlah pemain bertahannya di Persija, Gunawan Dwi Cahyo dan Michael Orah. Selain itu, Teco juga mengajak serta pelatih fisik yang mendampinginya di Persija, Yogi Nugraha.

Tak hanya itu, dua pemain yang pernah berpengalaman di Persija Jakarta juga direkrut untuk bergabung bersama Bali United, yaitu Leonard Tupamahu dan pemain asing asal Brasil, Willian Pacheco. Cita rasa Persija pun terlihat dari lini pertahanan tim berjulukan Serdadu Tridatu itu.

Sementara untuk memperkuat lini serang, Bali United yang sudah memiliki sejumlah pemain berkualitas, mulai dari Stefano Lilipaly, Irfan Bachdim, Melvin Platje, dan Ilija Spasojevic, hanya mendatangkan Paulo Sergio yang merupakan tandem Spaso ketika membawa Bhayangkara FC menjuarai Liga 1 2017.

Bicara soal jumlah rekrutan yang sebagian besar pemain bertahan, Stefano Cugurra Teco menilai Bali United merupakan tim yang sangat bagus jika bicara penyerangan, yaitu 44 gol dalam 34 pertandingan di Liga 1 2018. Menurut pelatih Brasil itu, lini pertahanan menjadi pekerjaan rumah besar mengingat Serdadu Tridatu kebobolan sampai 48 gol.

"Masalah ada di lini bertahan. Itu sebabnyakami memperkuat dengan merekrut pemain yang beroperasi di lini belakang. Kami tidak punya banyak waktu untuk berbenah," ujar Teco yang saat itu baru mengantar Persija menjadi juara dengan catatan apik sebagai tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit di Liga 1 2018.

Hasilnya, torehan Teco bersama Persija Jakarta terulang bersama Bali United. Serdadu Tridatu berhasil menjadi juara Liga 1 2019 sekaligus menjadi tim dengan jumlah kobolan paling sedikit jika dibandingkan 17 tim lainnya, yaitu 35 gol, dan berhasil mencetak 48 gol.

Video

2 dari 3 halaman

Tak Cukup Baik Saat Pramusim, Berbenah untuk Kompetisi Sebenarnya

Para pemain Bhayangkara Fc merayakan gol yang dicetak oleh Fadil Sausu ke gawang Semen Padang pada laga kedua Piala Presiden 2019 yng berlangsung di Stadion Patriot, Jawa Barat, Senin (11/3). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Piala Presiden 2019 menjadi ajang bagi Stefano Cugurra Teco untuk menilai kedalaman skuat yang dimilikinya. Bali United yang tergabung bersama Grup B bersama Bhayangkara FC, Semen Padang, dan Mitra Kukar, bermain di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi.

Bali United tampil meyakinkan dalam dua laga pertama fase grup Piala Presiden 2019. Mitra Kukar menjadi korban pertama, di mana Bali United menang 3-0 berkat dua gol Melvin Platje dan tambahan gol dari Ilija Spasojevic. Sementara itu, Bali United menang 2-1 atas Semen Padang berkat gol Platje dan Fadil Sausu.

Gelandang Bhayangkara FC, Muhammad Hargianto, berusaha melewati gelandang Bali United, Sutanto Tan, pada laga Piala Presiden 2019 di Stadion Patriot, Bekasi, Kamis (14/3). Bhayangkara menang 4-1 atas Bali. (Bola.com/Yoppy Renato)

Dengan modal dua kemenangan, Bali United menjalani laga terakhir fase grup dengan menghadapi Bhayangkara FC yang juga meraih dua kemenangan dalam dua laga pertama. Namun, Teco harus terkejut melihat timnya kalah 1-4 dari The Guardians dengan lebih dulu tertinggal empat gol.

Bali United hanya berhasil finis di peringkat kedua dalam fase grup, dan gagal menjadi satu di antara tiga runner up terbaik yang bisa lolos ke fase berikutnya lantaran jumlah poin yang kalah dari runner-up tim-tim grup lain. Kekalahan dari Bhayangkara FC pun menjadi modal Bali United untuk berbenah jelang kompetisi yang sebenarnya.

3 dari 3 halaman

Awali dengan 4 Kemenangan Beruntun, Kunci Gelar Juara Saat Tersisa 4 Laga

Para pemain Bali United merayakan gelar juara Liga 1 2019 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Minggu (22/12). Bali berada di peringkat satu dengan meraih 64 poin. (Bola.com/Aditya Wany)

Upaya Stefano Cugurra Teco untuk memperbaiki performa Bali United setelah pramusim berjalan baik dan hasilnya terlihat saat awal Liga 1 2019. Serdadu Tridatu menyapu bersih kemenangan dalam empat laga pertama mereka di Liga 1 2019. Uniknya, empat kemenangan itu diraih dengan hasil tipis, yakni 2-1 atas Persebaya Surabaya, 1-0 atas Bhayangkara FC, 1-0 atas Persija Jakarta, dan 1-0 atas PSIS Semarang.

Kendati meraih empat kemenangan pada awal musim, performa Bali United belum benar-benar terbukti. Alasannya, karena empat kemenangan beruntun tersebut didapatkan oleh Serdadu Tridatu di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, di mana mereka menjadi tuan rumah.

Terbukti dalam empat laga berikutnya, yang semua adalah laga tandang, Bali United hanya meraih satu kemenangan, yaitu 3-0 di markas Badak Lampung FC. Tiga laga lain berakhir dengan skor imbang 2-2 dengan Kalteng Putra dan kalah 0-1 dari Barito Putera dan 0-2 dari Persela Lamongan.

Pemain Bali United merayakan gol yang dicetak Stefano Cugurra Teco ke gawang Tira Persikabo dalam laga pekan ke-14 Shopee Liga 1 2019 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kamis (15/8/2019). Bali United menang 2-0 dalam pertandingan ini. (Bola.com/Yoppy Renato)

Satu yang menarik, setelah itu Serdadu Tridatu mampu meraih delapan kemenangan beruntun yang membuat mereka bersaing di papan atas klasemen Liga 1 2019, termasuk ketika bertandang ke markas Persib Bandung dan Bali United.

Bali United sempat mengalami kekalahan menyakitkan ketika bertandang ke markas Borneo FC. Setengah lusin gol bersarang di gawang Wawan Hendrawan dalam laga pekan ke-23 Liga 1 2019. Bali United pulang dengan kekalahan telak 0-6 yang menjadi kekalahan paling menyakitkan bagi Serdadu Tridatu pada musim tersebut.

Meski berhasil merespon kekalahan telak itu dengan dua kemenangan kandang, 3-0 atas Badak Lampung FC dan 3-2 atas Barito Putera, Bali United kembali kesulitan meraih kemenangan.

Mereka gagal menyabet tiga poin dalam lima laga beruntun, dengan detail tiga kali bermain imbang kontra Persela Lamongan, PSS Sleman, dan Persipura Jayapura, serta kalah 0-1 dari PSIS Semarang dan PSM Makassar. Rentetan hasil itu membuat Bali United seakan mengulur waktu kepastian mereka untuk menjadi juara.

Namun, kemenangan 3-2 atas Persib Bandung pada pekan ke-29 Liga 1 2019 membuat Bali United selangkah lebih dekat dengan gelar juara. Akhirnya, pada pekan ke-30, Serdadu Tridatu benar-benar mengunci gelar juara Liga 1 2019 lewat kemenangan 2-0 atas Semen Padang.

Para pemain dan ofisial Bali United melakukan selebrasi dadakan setelah menang 2-0 atas Semen Padang di laga pekan ke-30 Shopee Liga 1 2019 yang digelar di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Senin (2/12/2019). Bali United memastikan diri menjadi juara Shopee Liga 1 2019. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Borneo FC yang berada di peringkat kedua dengan 46 poin, tak lagi bisa mengejar perolehan poin Bali United yang sudah mengoleksi 63 poin dengan hanya menyisakan empat laga lagi hingga akhir musim.

Tak lagi terkejar, Bali United seakan mengendurkan tensi permainan. Bali United menutup musim itu dengan tiga kekalahan beruntun dalam tiga laga terakhirnya, yaitu 0-1 dari Tira Persikabo, 2-3 dari Arema FC, dan 0-2 dari Madura United.

Berita Terkait