6 Pemain yang Bikin Kesalahan Besar Tinggalkan Barcelona, Malah Merana di Klub Barunya

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 30 Des 2020, 10:15 WIB
Pemain yang Salah Besar Tinggalkan Barca : Neymar, Victor Valdes, Bojan Krkic (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Masa depan Lionel Messi di Barcelona terus menjadi perdebatan sengit sejak musim panas 2020. Pemain asal Barcelona itu dikabarkan masih ngebet meninggalkan Camp Nou. 

Messi sebenarnya sudah mengajukan niat hengkang pada musim panas 2020. Namun, upayanya kandas karena terganjal kontrak. 

Advertisement

Namun, kontraknya di Barcelona akan habis pada Juni 2021. Artinya, pada akhir musim ini dia bebas melenggang ke klub lain dengan status bebas transfer. Ia santer dikaitkan dengan PSG dan Manchester City. 

Di PSG, Messi bisa kembali bereuni dengan mantan rekan setimnya sekaligus teman dekatnya, Neymar. Manchester City juga menggoda karena ada sosok mantan pelatihnya, Pep Guardiola dan sahabatnya, Sergio Aguero. 

Namun, Messi bukan bintang pertama Barcelona yang berpikir rumput klub lain lebih hijau daripada di Camp Nou. Apakah ia akan mendulang kesuksesan di luar Barcelona? 

Tak selalu pemain yang pergi dari Barcelona berhasil di tempat lain. Bahkan, kepindahan mereka terbukti sebagai kesalahan besar. Berikut enam pemain di antaranya, seperti dilansir The Sun, Selasa (29/12/2020).   

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

2 dari 7 halaman

1. Neymar (Agustus 2017)

Neymar (PSG). (AFP/Franck Fife)

Meskipun Neymar meninggalkan Barcelona karena ingin menjadi aktor utama di tempat lain, dan lelah hidup di bawah bayang-bayang Messi, manuver itu tidak sepenuhnya berhasil. Dia pindah ke PSG dengan memecahkan rekor transfer dunia pada 2017. 

Proyek yang disodorkan kepada Neymar oleh Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi, adalah bahwa klub raksasa Prancis itu bisa menjadi juara Liga Champions. Neymar juga dijanjikan menjadi bagian dari tim yang bakal mendominasi Eropa selama bertahun-tahun.

Namun, proyek ambisius itu belum cukup berhasil. Capaian yang paling mendekati tersaji musim lalu ketika PSG ambruk di fase akhir setelah kalah di final Liga Champions dari Bayern Munchen.

Rangkaian cedera juga merecoki karier Neymar di PSG. Tak heran, pemain Brasil itu berkali-kali dikabarkan ingin pindah untuk menambah koleksi medali Liga Champions seperti yang pernah diraihnya bersama Barcelona. 

 

3 dari 7 halaman

2. Claudio Bravo (Agustus 2016)

Claudio Bravo saat bersama Manchester City (AFP)

Penjaga gawang asal Chile itu mencatatkan 75 penampilan selama tiga musim bersama Barcelona. Namun, pada tahun terakhirnya di Barca, Marc-Andre ter Stegen lebih difavoritkan sebagai kiper utama, sehingga Bravo harus menepi ke bangku cadangan. 

Dia pindah ke Manchester City pada Agustus 2016 dengan banderol 17 juta pounds. Tapi, sejak debutnya melawan Manchester United yang diwarnai blunder fatal, dia mendapat hujan kritikan. 

Bravo kemudian pindah lagi ke Real Betis, untuk berusaha membangun lagi kariernya.  

 

4 dari 7 halaman

3. Bojan Krkic (Juli 2011)

Pemain asal Spanyol, Bojan Krkic, pernah membela Barcelona pada 2007-2011, dan 2013-2014. (AFP PHOTO/Josep Lago)

Ketika gabung akademi Barcelona, ​​Bojan disebut-sebut sebagai wonderkid yang akan menguasai Nou Camp selama bertahun-tahun mendatang. Dia bahkan mematahkan rekor Lionel Messi sebagai pemain termuda yang pernah tampil di La Liga, pada usia 17 tahun 19 hari.

Tapi, dia kemudian kalah bersaing dengan pemain-pemain seperti David Villa, Pedro dan Messi. Bojan dijual ke Roma pada Juli 2011.

Dia juga menjalani masa peminjaman di AC Milan dan Ajax, yang gagal memunculkan performa terbaik Bojan. Dia kemudian pindah ke Stoke dan terus menurun performanya.

Saat ini, Bojan bermain untuk Montreal Impact di MLS.

 

 

5 dari 7 halaman

4. Victor Valdes (Januari 2015)

Victor Valdes saat memperkuat Manchester United. (AFP/Oli Scarff)

Bersama Barcelona, Victor Valdes pernah merasakan hampir semua gelar bergengsi. Dia bermain dalam 535 pertandingan untuk Blaugrana, dengan memenangi enam gelar La Liga dan tiga trofi Liga Champions. 

Tapi, ketika kontraknya habis pada 2014, dia memutuskan ingin mencari tantangan baru dan gabung Manchester United. 

Di sana dia hanya dua kali bermain, kemudian menderita karena dipinjamkan ke Standard Liege.

 

 

6 dari 7 halaman

5. Hristo Stoichkov (Juli 1995)

Hristo Stoichkov (kiri) semasa berjaya dengan Barcelona (MARIE ULLNERT / SCANPIX SWEDEN / AFP)

Legenda Bulgaria itu memenangi Ballon d'Or saat menjadi pemain Barcelona pada 1994. Diakui karena gayanya yang bullish, dia bersenang-senang mencetak gol  - 108 dalam 214 pertandingan di semua kompetisi untuk Barcelona. 

Dia membantu Barca memenangi lima gelar La Liga secara beruntun, juga menjuarai Piala Champions pada 1991. Itu menjadi salah satu terhebat bagi Barca. 

Tetapi, dia gabung ke Parma yang ambisius dengan dana transfer 10 juta pounds pada 1995. Ternyata, Stoichkov kesulitan di Parma, karena hanya mencetak tujuh gol dalam 30 pertandingan. 

Dia kembali ke Barcelona setahun berselang, tapi sudah sulit keluar dari bayang-bayangnya sendiri. 

 

7 dari 7 halaman

6. Deco (Juni 2008)

Deco de Souza. (AFP/Glyn Kirk)

Playmaker asal Portugal itu menjadi pemain penting di Barcelona setelah didatangkan dari Porto. Dia menempati posisi runner up pada penghargaan Ballon d'Or 2004, hanya kalah dari Andriy Shevchenko. 

Deco juga dinobatkan sebagai pemain terbaik Barca pada musim 2004/2005.  

Setahun berselang, Deco membantu Barca menjuarai Liga Champions, serta menyabet penghargaan gelandang terbaik UEFA. 

Namun, kariernya terpuruk setelah pindah ke Chelsea pada Juni 2008 dengan banderol 8 juta pounds, terutama sejak manajer Luiz Felipe Scolari dipecat. Performanya juga terus menurun. 

Sumber: The Sun