Perbandingan Statistik Lampard Vs 11 Manajer Chelsea Lain di Era Abramovich, Apakah yang Terburuk?

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 05 Jan 2021, 09:15 WIB
Chelsea - Frank Lampard dan Pemain Bintang Chelsea (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Posisi Frank Lampard sebagai manajer Chelsea mulai terancam setelah The Blues dipermalukan Manchester City 1-3 pada lanjutan Liga Inggris 2020/2021, Senin (4/1/2021). Kekalahan itu membuat Chelsea melorot ke posisi delapan Liga Inggris. 

Setelah melakoni 17 pertandingan di liga, Chelsea sudah lima kali kalah dan baru tujuh kali menang. Lima laga lainnya berkesudahan imbang. 

Advertisement

Lampard menjadi sorotan karena Chelsea sudah menghabiskan sekitar 200 juta pounds (Rp3,7 triliun) pada bursa transfer musim panas 2020. Namun, alih-alih tampil trengginas, The Blues malah kesulitan di paruh pertama Liga Inggris. 

Isu-isu pemecatan mulai menghampiri Lampard. Ia menjadi manajer ke-12 di Chelsea selama era Roman Abramovich sebagai pemilik klub, sejak 2003. Benarkah Lampard memiliki rekor terburuk dibanding 11 manajer lain di era Abramovich? 

Sejauh ini, Lampard telah memenangi 41 pertandingan di Chelsea, imbang 17 kali, dan kalah 22 kali. Persentase kemenangannya 51,3 persen dan poin per laga 1,75. 

 

Benarkah Frank Lampard yang terburuk atau ada yang lebih buruk? Berikut statistik 11 manajer Chelsea lain di era Roman Abramovich, seperti dilansir Four Four Two. 

2 dari 12 halaman

1. Claudio Ranieri (September 2000 - Mei 2004)

Claudio Ranieri (Nick Potts/PA via AP)

Menang: 107

Imbang: 46

Kalah: 46

Persentase kemenangan: 53,8 

Poin per pertandingan: 1,84

Claudio Ranieri menduduki jabatan manajer ketika Abramovich tiba di Stamford Bridge pada Juni 2003. Setelah belanja besar-besaran, ia membawa Chelsea finis kedua di Premier League dan menembus semifinal Liga Champions, tapi kemudian malah dipecat pada akhir musim itu. 

 

3 dari 12 halaman

2. Jose Mourinho (Juni 2004 - September 2007, Juni 2013 - Desember 2015) 

Jose Mourinho. (AFP/Jack Guez)

Periode I

Menang: 124

Imbang: 40

Kalah: 21

Persentase kemenangan: 67,0

Poin per laga: 2,23

 

Periode II

Menang: 80

Imbang: 29

Kalah: 27

Persentase kemenangan: 58,8

Poin per laga: 1,98

 

Persentase kemenangan secara keseluruhan: 63,6

Poin per laga: 2,12

Pria asal Portugal itu membuktikan dirinya sebagai pahlawan Chelsea, memenangkan gelar liga berturut-turut, satu Piala FA, dan dua Piala Liga pada musim pertamanya. Dia menyudahi periode pertamanya di Chelsea hanya sebulan setelah memasuki musim keempatnya di Stamford Bridge. 

Tetapi, ia kembali pada 2013. Dia mempersembahkan satu lagi gelar Liga Inggris dan Piala Liga Inggris. Tapi, awal yang buruk pada musim 2015/2016 membuatnya dipecat. 

 

4 dari 12 halaman

3. Avram Grant (September 2007 - Mei 2008)

Avram Grant. (AFP/Andrew Yates)

Menang: 36

Imbang: 13

Kalah: 5

Persentase kemenangan: 66,7

Poin per laga: 2,24

Ditunjuk sebagai direktur teknik pada 2007, pria asal Israel itu secara kontroversial diangkat jadi pengganti Mourinho yang dipecat. Dia hanya bertahan semusim, setelah finis kedua di Premier League dan kalah di final Liga Champions 2008 dari Manchester United. Tapi, dia punya persentase kemenangan dan poin per laga terbaik di antara manajer-manajer pada era Abramovich. 

 

5 dari 12 halaman

4. Luiz Felipe Scolari (Juli 2008 - Februari 2009)

Luis Felipe Scolari. (AFP/Johannes Eisele)

Menang: 20

Imbang: 11

Kalah: 5

Persentase kemenanga: 55,6

Poin per laga: 1,97

Scolari menjadi pelatih pengoleksi trofi Piala Dunia yang pertama menjadi manajer di Premier League. Tapi, rentetan hasil buruk membuatnya tak sampai semusim bertahan di Chelsea. Dia dipecat sebelum musim pertamanya berakhir. 

 

6 dari 12 halaman

5. Guus Hiddink (Februari - Mei 2009, Desember 2015 - Mei 2016) 

Guus Hiddink. (AFP/Glyn Kirk)

Periode I

Menang: 16

Imbang: 5

Kalah: 1

Persentase kemenangan: 72,7

Poin per laga: 2,41

 

Periode II 

Menang: 10

Imbang: 11

Kalah: 6

Persentase kemenangan: 37,0

Poin per laga: 1,52

 

Keseluruhan 

Persentase kemenangan: 53,1

Poin per laga: 1,92

Hiddink menggantikan Scolari hingga akhir musim. Dia memegang peran ganda, sebagai manajer Chelsea dan juga pelatih Timnas Rusia. Dia hanya kalah satu pertandingan dan memenangkan Piala FA, tetapi tidak bisa dibujuk untuk bertahan. Dia kembali pada Desember 2015 untuk menggantikan Mourinho, tapi hasilnya jauh dari mengesankan. 

 

7 dari 12 halaman

6. Carlo Ancelotti (Juli 2009 - Mei 2011) 

Carlo Ancelotti mempersembahkan gelar Premier League 2009-2010 untuk Chelsea. (AFP/Adrian Dennis)

Menang: 67

Imbang: 20

Kalah: 22

Persentase kemenangan: 61,5

Poin per laga: 2,03

Membawa Chelsea meraih gelar ganda untuk kali pertama, juara Premier League dan Piala FA. Timnya saat itu mencetak lebih dari 100 gol Liga Premier dalam satu musim, tetapi dipecat beberapa jam setelah finis kedua pada musim keduanya.

 

8 dari 12 halaman

7. Andre Villas-Boas (Juni 2011 - Maret 2012)

Andre Villas-Boas (2011-2012), 47.5% - Latar belakang yang mirip Mourinho, membuat Abramovich tertarik mendatangkannya. (AFP/Carl Court)

Menang: 19

Imbang: 11

Kalah: 10

Persentase kemenangan: 47,5

Poin per laga: 1,75

Andre Villas-Boas sempat dijuluki sebagai The Next Mourinho. Tapi, petualangannya di Stamford Bridge tak berujung manis. Setelah para pemainnya "memberontak", dia dipecat Chelsea. Saat itu, The Blues gagal lolos ke Liga Champions.  

9 dari 12 halaman

8. Roberto Di Matteo (Maret - November 2012) 

Roberto Di Matteo - Tidak terlalu memukau karena hanya sebentar tapi pria Italia ini menjadi satu-satunya pelatih yang mampu membawa Chelsea meraih gelar juara Liga Champions. (AFP/Adrian Dennis)

Menang: 24

Imbang: 9

Kalah: 9

Persentase kemenangan: 57,1

Poin per laga: 1,93

Mantan gelandang Chelsea itu pernah menjadi asisten Villas-Boas dan dijadikan manajer sementara hingga akhir musim. Kemenangan di Liga Champions dan Piala FA membuatnya mendapatkan kontrak permanen tetapi musim berikutnya tidak berjalan dengan baik dan dia dipecat.

 

10 dari 12 halaman

9. Rafael Benitez (November 2012 - Mei 2013)

Rafael Benitez - Namanya lebih identik sebagai pelatih Liverpool tapi ternyata manajer asal Spanyol ini pernah menyumbangkan gelar Liga Europa untuk Chelsea pada musim 2012/13. (AFP/Kazuhiro Nogi)

Menang: 28

Imbang: 10

Kemenangan: 10

Persentase kemenangan: 58,3

Poin per laga: 1,96

Manajer yang tidak populer di kalangan penggemar Chelsea karena masa lalunya di Liverpool, tetapi memenangkan Liga Europa dan membawa tim ke peringkat ketiga di Liga Inggris.

 

11 dari 12 halaman

10. Antonio Conte (Juli 2016 - Juli 2018)

Antonio Conte. (AP/Luca Bruno)

Menang: 69

Imbang: 17

Kalah: 20

Persentase kemenangan: 65,1

Poin per laga: 2,11

Pelatih asal Italia itu menikmati musim debut yang luar biasa. Chelsea dominan memenangi liga dengan selisih tujuh poin.

Tetapi, musim keduanya tidak mulus setelah tampak mengkritik kebijakan transfer klub. The Blues finis di urutan kelima, kehilangan tempat di Liga Champions, dan bahkan kemenangan Piala FA tidak bisa menyelamatkan Conte.

 

12 dari 12 halaman

11. Maurizio Sarri (Juli 2018 - Juni 2019)

Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri, mengangkat trofi juara Liga Eropa usai mengalahkan Arsenal pada laga final Liga Eropa di Baku Olympic Stadium, Kamis (30/5) dini hari WIB. Chelsea menang 4-1 atas Arsenal. (AP Photo/Luca Bruno)

Menang: 39

Imbang: 13

Kalah: 11

Persentase kemenangan: 61,9

Poin per laga: 2,06

Sarri membawa Chelsea memenangi lima laga pertama di liga dan tak terkalahkan dalam 12 pertandingan. Namun, taktik Sarri mulai dipertanyakan setelah Tahun Baru. 

Chelsea finis ketiga di liga pada musim itu, mencapai final Piala Liga, dan menjuarai Liga Europa. Tetapi, pelatih asal Italia itu tetap didepak. 

Sumber: Four Four Two 

Berita Terkait