Petugas Membubarkan KLB Askab PSSI Malang, Eks Asisten Pelatih Arema Legowo

oleh Iwan Setiawan diperbarui 16 Jan 2021, 14:45 WIB
Mantan asisten pelatih Arema FC, Siswantoro (kiri) saat melakukan pendaftaran sebagai calon Ketua PSSI Askab Malang. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Kongres Luar Biasa (KLB) Askab PSSI Malang yang rencananya digelar pada Kamis (14/1/2021) urung digelar sampai saat ini. Agenda pemilihan ketua, wakil ketua, dan exco Askab PSSI Malang yang digelar di Pendopo Kabupaten Malang itu dibubarkan oleh Satpol PP dan kepolisian setempat.

Acara tersebut dinilai telah melanggar Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang tengah dilakukan di Jawa dan Bali hingga 25 Januari mendatang. Maklum, puluhan orang berkumpul untuk siap mengikuti agenda pemilihan.

Advertisement

Selain komisi pemilihan, kandidat ketua, wakil ketua, dan exco, ada pula tim sukses dari masing-masing kandidat yang hadir sehingga membentuk sebuah kerumunan massa. Akhirnya KLB Askab PSSI Malang itu ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Mantan asisten pelatih Arema FC, Siswantoro, yang merupakan kandidat ketua Askab PSSI Malang, mengklaim sudah mendapat dukungan dari mayoritas pemilik suara. Namun, ia mengaku menerima dengan ikhlas setelah proses pemilihan tersebut harus tertunda.

"Saya legowo dengan kejadian kemarin. Tidak bisa menyalahkan siapa pun karena memang sedang ada PPKM. MAsih bisa dilaksanakan di kemudian hari sesuai dengan janji PSSI dan komisi pemilihan kepada kami," ujar Siswantoro.

Saat pembubaran KLB Askab PSSI Malang tersebut, kandidat ketua umum lainnya, M. Syahroni, merasa kecewa. Ia merasa menjadi tumbal politik.

"Intinya, Kabupaten Malang harus tetap jaya, solid, dan militan. Yang jelas, hari ini kami dijadikan tumbal politik. Saya atas perintah Bupati Malang mencalonkan diri menjadi ketua. Kalau sekarang digagalkan, kami menerima dengan lapang dada," ujar Syahroni.

Video

2 dari 2 halaman

Tetap Semangat demi Kabupaten Malang

Siswantoro, mantan pelatih Dedik Setiawan di Persekam Metro FC. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Sebelum KLB Askab PSSI Malang digelar, kandidat ketua umum memang sama-sama mengklaim mendapatkan dukungan dari banyak pihak, mulai dari dukungan politik, voters, hingga pelaku sepak bola.

"Kalau saya tidak tahu-menahu tentang politik. Kalau strategi sepak bola saya paham. Terpenting, semua tetap semangat. Semua calon ketua dan voters sudah saya anggap saudara. Tujuannya sama, memajukan sepak bola di Kabupaten Malang," ungkap Siswantoro.

Sepak bola Kabupaten Malang sempat mati suri dalam dua tahun terakhir. Tidak ada kompetisi kelompok usia yang bergulir pada masa kepengurusan sebelumnya. Saat ini diadakan KLB untuk memilih ketua, wakil ketua, dan anggota exco yang baru demi memunculkan kembali pemain bertalenta dari Kabupaten Malang.

Berita Terkait