Mengintip Usulan Format Liga Champions Musim Depan : Awas, Siap - Siap Tambah Begadang

oleh Nurfahmi Budi diperbarui 06 Feb 2021, 17:13 WIB
Pemain Ajax Amsterdam, Brian Brobbey, berebut bola dengan pemain Atalanta, Cristian Romero, pada laga Liga Champions di Stadion Johan Cruyff ArenA, Kamis (10/12/2020). Atalanta menang dengan skor 1-0. (AP/Peter Dejong)

Bola.com, Jakarta - Liga Champions 2021/2022 bakal memiliki beberapa perubahan menarik. Format tersebut sudah berada di jajaran manajemen UEFA sebagai otoritas pengatur Liga Champions.

Satu di antara yang bakal menyedot perhatian publik adalah format babak penyisihan. UEFA punya skema baru terkait hal tersebut, yang berefek pada semakin banyak pertandingan.

Advertisement

Nantinya, fase grup Liga Champions akan meniadakan sistem round-robin. Seperti diketahui, model lawas ini adalah realisasi dari setengah kompetisi. Saat ini ada delapan grup dengan masing-masing berisi empat klub. Satu tim akan bersua 3 lawan dengan kondisi kandang dan tandang.

Format ini seringkali menghasilkan pertandingan yang selalu dimenangkan oleh tim papan atas. UEFA berencana menggantinya dengan format yang baru. Seluruh 32 klub yang bermain di Liga Champions akan memainkan 10 pertandingan berbeda pada kualifikasi hanya akan datang dari satu grup.

 

Video Liga Champions

2 dari 2 halaman

Beda Signifikan

Eden Hazard mengalami cedera saat Real Madrid bersua Paris Saint-Germain pada laga kelima Grup A Liga Champions, di Santiago Bernabeu, Selasa (26/11/2019). (AFP/GABRIEL BOUYS)

Format ini akan memberikan perbedaan signifikan. Kompetisi akan menghasilkan banyak pertandingan penting, pendapatan yang tinggi, serta minat para penggemar dari seluruh dunia.

Ketua asosiasi klub-klub eropa (ECA), Andrea Agnelli mendukung penuh rencana tersebut. “Saya pikir ini adalah sistem yang hebat. Jumlah pertandingan yang akan dimainkan akan berbeda dari sebelumnya,” katanya.

Pada sisi lain, pola anyar di Liga Champions ini akan memiliki banyak tantangan. Satu di antara yang krusial adalah mekanisme pembagian hari pertandingan sampai distribusi keuangan. (Gerald Yunior)