Sepak Bola Indonesia Bergeliat Lagi, Bos PSIS: Ingat, Semua Pihak Harus Tertib Aturan

oleh Vincentius Atmaja diperbarui 20 Feb 2021, 08:30 WIB
CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi memimpin sarasehan dengan para suporter, Sabtu (25/7/2020). (Ofisial PSIS Semarang)

Bola.com, Semarang - Bos PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, mengimbau semua pihak mematuhi aturan menjelang bergulirnya kembali kegiatan sepak bola di Indonesia. Geliat sepak bola di Indonesia akan diawali dengan perhelatan Piala Menpora. 

Rencananya turnamen Piala Menpora berjalan pada 20 Maret hingga 25 April 2021, setelah mendapat izin dari pemerintah melalui Polri. Di sisi lain, pelaksanaan kegiatan sepak bola diikuti persyaratan mutlak karena masih dalam kondisi pandemi COVID-19.

Advertisement

Turnamen Piala Menpora digelar tanpa melibatkan penonton, hingga protokol kesehatan yang harus diterapkan oleh atlet maupun perangkat lain dalam pertandingan. 

"Tentu dengan adanya kesepakatan tersebut kami harus sama-sama menjaga komitmen. Syarat itu bisa dilaksanakan secara bertahap sehingga tentunya penyelenggara kegiatan bisa semakin baik," kata Yoyok, Jumat (19/2/2021).

Dirinya sepakat dengan pernyataan Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo saat pertemuan dengan Menpora, bahwa sukses atau tidaknya kompetisi di tangan stakeholder sepak bola itu sendiri.

"Pak Kapolri sudah menyampaikan. Ini artinya semua pihak juga harus tertib. Demi Liga 1, demi hiburan sepak bola yang telah dinanti jutaan orang, dan demi berputarnya roda perekonomian di lingkup bola," tegas bos PSIS Semarang itu.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

2 dari 2 halaman

Perlu Vaksinasi

PSIS Semarang - Ilustrasi Logo (Bola.com/Adreanus Titus)

Pria bernama lengkap Alamsyah Satyanegara Sukawijaya itu menambahkan, aturan protokol kesehatan menjadi suatu hal yang tidak bisa ditawar-menawar karena menyangkut kesehatan semua pegiat sepak bola.

Apabila itu ditegakkan dan berjalan sebagaimana mestinya, Yoyok Sukawi optimistis Piala Menpora 2021 bisa berjalan sukses dan nantinya kompetisi Liga 1 2021 berjalan sesuai waktu yang telah ditentukan.

Tidak kalah penting baginya adalah vaksinasi yang sangat diperlukan untuk persepakbolaan Indonesia. Ia berharap pemerintah ikut menyediakan vaksin bagi pesepakbola dan atlet cabang olahraga lainnya supaya kegiatan seluruh olahraga nasional berjalan dengan lancar.

"PSSI dan operator kompetisi telah membuat aturan dan bahkan disimulasikan, itu harus benar-benar dijalankan. Sekarang juga sudah ada tes antigen dan GeNose yang harganya lebih terjangkau dari PCR. Itu harus benar-benar dilaksanakan sebelum kegiatan bola dipertandingkan untuk memastikan keamanan sebuah laga," tuturnya.

"Saya dengar Kemenpora juga sudah meminta cabor untuk mendata berapa atlet dan pegiat olahraga lainnya. Kalau itu memang terealisasi, maka di semester kedua tahun 2021 even olahraga bisa berjalan dengan baik,".imbuh Yoyok Sukawi.

"Di Indonesia tak hanya ada Liga 1, ada juga IBL basket, Proliga Voli dan yang tak kalah penting adalah PON Papua," jelas CEO PSIS itu.