Duel Pelatih Persela Vs Madura United: Perang Taktik Didik Ludiyanto Kontra Rahmad Darmawan yang Beda Level

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 09 Apr 2021, 15:03 WIB
Piala Menpora: Persela Lamongan vs Madura United. (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Bandung - Persela Lamongan akan menghadapi Madura United pada matchday ketiga Grup C Piala Menpora 2021 yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat Bandung, Kamis (1/4/2021). Laga ini akan sangat krusial karena mempertemukan dua pelatih beda level dan pengalaman.

Buat Madura United, laga melawan Persela Lamongan di Piala Menpora 2021 akan menjadi duel ketiga. Klub asal Pulau Garam sejauh ini meraih sekali kemenangan dan sekali kalah.

Advertisement

Madura United menghuni peringkat kedua klasemen sementara Grup C Piala Menpora 2021 dengan raihan tiga poin. Adapun bagi Persela, duel melawan Madura United menjadi laga kedua pada turnamen pramusim itu.

Persela mengawali Piala Menpora dengan hasil imbang sehingga menghuni peringkat ketiga klasemen berbekal satu poin. Jadi, bisa dipastikan laga nanti akan berlangsung sengit dan tempo tinggi.

Pelatih Persela, Didik Ludiyanto, sadar laga melawan Madura United tidak akan berlangsung mudah. Apalagi Madura United memiliki pemain berkelas yang bakal menebar ancaman di depan gawang Persela.

"Yang jelas, secara teknis kami sudah tahu Madura United dan pernah melawan mereka dalam laga simulasi. Ada pemain yang perlu kami waspadai, semua pemain Madura United berbahaya," ujar Didik Ludiyanto.

Sementara itu, pelatih Rahmad Darmawan berharap laga melawan Persela Lamongan bakal berlangsung dengan intensitas tinggi. Hal itu diyakini bakal mendongkrak kualitas permainan dari Madura United.

"Sejauh ini pemain siap melakukan pertandingan menghadapi lawan yang punya kualitas bagus karena dalam pertandigan awal menahan PSS dengan permainan menarik. Sebuah tantangan yang harus bisa dijawab dengan baik oleh pemain Madura United," tegas Rahmad Darmawan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 2 halaman

Beda Level dan Pengalaman

Pelatih Madura United, Rahmad Darmawan. (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

Secara level dan pengalaman, adanya perbedaan yang jomplang antara pelatih Didik Ludiyanto dan Rahmad Darmawan. Sebelum diberi amanah menukangi Persela Lamongan, Didik lebih sering dipercaya sebagai asisten pelatih.

Didik Ludiyanto memang bukan sosok yang asing di Persela dan sudah lama berkecimpung dalam klub. Pengalaman yang lebih kenyang sebagai asisten pelatih tentu bukan berarti Didik Ludiyanto bisa diremehkan.

Didik Ludiyanto dikenal sebagai pelatih jenius dan pernah membawa Persela U-21 menjuarai Liga Super Indonesia 2010-2011. Hal itulah yang membuka pintu kariernya menjadi asisten pelatih mulai dari Miroslav Janu, Eduard Tjong, dan Stefan Hansson, dan mendampingi Nilmaizar.

Adapun Rahmad Darmawan adalah pelatih dengan segudang pengalaman di Indonesia. Pria yang akrab disapa RD itu sudah pernah menukangi klub-klub elite Indonesia semisal Sriwijaya FC, Persipura Jayapura, Arema, hingga Persija.

Pencapaian terbaik RD sebagai pelatih adalah gelar liga untuk Persipura Jayapura dan Sriwijaya FC. Selain itu RD juga pernah mempersembahkan tiga gelar Piala Indonesia untuk Sriwijaya FC.

Sederet pencapaian itu sudah membuktikan kualitas dari RD. Bahkan pada 2009, Rahmad Darmawan pernah mendapatkan penghargaan Pelatih Terbaik Copa Indonesia.

Jadi, bisa dipastikan laga nanti akan berlangsung sangat menarik. Laga antara Persela Lamongan melawan Madura United tak sekadar perburuan tiga poin, melainkan panggung adu kejeniusan dari Didik Ludiyanto dan Rahmad Darmawan.

Berita Terkait