Pemain Afghanistan Antusias Puasa Bareng Egy Maulana Vikri dan Takjub dengan Toleransi di Lechia Gdansk

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 17 Apr 2021, 13:15 WIB
Egy Maulana Vikri menyumbang satu gol dan satu assists ketika Lechia Gdansk menang 9-1 atas Olimpia Grudziadz pada laga uji coba, Selasa (19/1/2021). (Lechia Gdansk).

Bola.com, Jakarta - Gelandang Lechia Gdansk, Omran Haydary, menyambut antusias puasa Ramadan di Polandia. Apalagi Omran Haydary tidak sendiri karena ada Egy Maulana Vikri yang juga menjalani ibadah wajib tersebut.

Ini menjadi puasa tahun kedua yang dirasakan Omran Haydary di Lechia Gdansk. Pemain asal Afghanistan senang memiliki rekan setim yang juga menjalani ibadah puasa seperti Egy Maulana Vikri.

Advertisement

Ramadan 2021 tentu terasa berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada 2020, Ramadan di Polandia sangat tak biasa karena bertepatan dengan awal-awal masa pandemi COVID-19.

"Saya senang Lechia Gdansk menghormati dan tidak mengganggu cara saya mempraktekkan ibadah Ramadan. Sekarang, ada dua orang menjalankan ibadah puasa, karena Egy Maulana Vikri juga seorang muslim," kata Omran Haydary seperti dikutip Trojmiasto, Sabtu (17/4/2021).

Omran Haydary juga takjub dengan semua orang yang berada di Lechia Gdansk. Menurut Omran Haydary, Lechia Gdansk tidak pernah menghalanginya dalam beribadah dan punya torelantasi yang bagus.

"Pelatih Piotr Stokowiec juga memahami situasi ini dan memberikan dukungan kepada kami. Begitu juga dengan rekan setim. Kami punya banyak pemain yang berbeda agama dan kami saling menghormati. Selama berkarier, saya tidak pernah mengalami kesulitan dalam melakukan ibadah yang diwajibkan agama saya," tegas Omran Haydary.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 2 halaman

Lakukan Pengecualian

Egy Maulana Vikri menyumbang satu gol dan satu assists ketika Lechia Gdansk menang 9-1 atas Olimpia Grudziadz pada laga uji coba, Selasa (19/1/2021). (Lechia Gdansk).

Berbeda dengan Egy Maulana Vikri yang tetap berpuasa saat pertandingan, Omran Haydary melakukan penyesuaian. Omran Haydary mengaku seorang muslim yang taat, namun harus mengganti puasa jika pertandingan berlangsung.

"Saya seorang yang religius. Saya tidak minum alkohol sama sekali, tidak merokok, dan selalu puasa selama Ramadan. Saya menyetel alarm pada pukul 3.30 pagi dan melakukan sahur," ucap Omran Haydary.

"Sejak saat itu, saya harus menunggu sampai matahari terbenam pukul 8 malam. Sebagai atlet, saya juga bisa menunda puasa misalnya pada hari pertandingan," ujar Omran Haydary.