Ngotot Liga Super Eropa Wajib Digelar, Florentino Perez: Perjuangan Kami Belum Usai

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 25 Apr 2021, 04:30 WIB
Presiden Liga Super Eropa, Florentino Perez berharap bisa berdiskusi dengan UEFA dan FIFA untuk bekerja sama dalam kemitraan guna memberikan hasil terbaik untuk liga baru dan sepak bola secara keseluruhan. (AFP/Benjamin Cremel)

Bola.com, Jakarta - Presiden Real Madrid, Florentino Perez, bersikeras bahwa 'klub tidak dapat meninggalkan' proyek Liga Super Eropa. Ia juga mengatakan wacana tersebut harus terlaksana sebelum 2024 atau klub-klub terancam bangkrut.

Hanya ada empat klub yang masih menandatangani proyek Liga Super Eropa, yaitu Real Madrid, Barcelona, ​​Juventus dan Milan, semuanya menghadapi potensi dicoret dari Liga Champions karena komitmen mereka ke turnamen yang memisahkan diri.

Advertisement

"Entitas itu ada dan anggota yang membentuk Liga Super juga ada di sana," kata Perez kepada surat kabar Spanyol Diario AS.

“Apa yang telah kami lakukan adalah diberi waktu beberapa minggu untuk merefleksikan permusuhan yang dilakukan oleh orang-orang tertentu yang tidak ingin kehilangan hak istimewanya. Kembali pada bulan Januari, presiden UEFA mengirimkan peringatan keras tentang Liga Super Eropa. Kami ingin membicarakan detailnya dengan UEFA, tetapi mereka bahkan tidak memberi kami waktu."

"Kami dipaksa untuk membatalkan Liga Super Eropa, bahkan menyeret kami ke pengadilan. Ini adalah tindakan yang bertentangan dengan persaingan bebas di Uni Eropa, dan itu sangat serius," kata Florentino Perez lagi.

Sementara itu, Perez juga menegaskan klub yang menyatakan keluar dari proyek, yakni Manchester City, Chelsea, Manchester United, Liverpool, Arsenal, Tottenham, Inter, dan Atletico Madrid, belum benar-benar melakukannya.

"Faktanya, mereka tidak bisa cabut. Karena mendaptkan tekanan, mereka harus mengatakan mereka batal bergabung. Tapi Liga Super Eropa, atau sesuatu yang sangat mirip, akan terwujud, dan saya berharap itu dalam waktu dekat," katanya lagi.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

2 dari 3 halaman

JP Morgan Masih Stand-by

Florentino Perez - Tak perlu dipungkiri presiden Real Madrid ini merupakan orang yang tak puas dengan kinerja UEFA. Sosok yang paling bersemangat atas terbentuknya Liga super Eropa ini pun akhirnya didapuk sebagai presidennya. (AFP/Frank Fife)

JP Morgan merilis pernyataan langka, yakni meminta maaf atas keterlibatan mereka dalam proyek tersebut, tetapi sekali lagi Perez meyakinkan bahwa bank investasi itu masih siap mendanai Liga Super Eropa.

“Itu tidak benar, mereka juga belum pergi. Mereka hanya meluangkan waktu untuk berefleksi, seperti 12 klub lain. Jika ada sesuatu yang perlu diubah, itu akan diubah, tetapi Liga Super adalah proyek terbaik yang kami pikir dapat dilaksanakan.

"Yang perlu kami lakukan adalah mendapatkan kembali suporter, dan untuk melakukan itu, perubahan harus dilakukan. Jika UEFA ingin melakukannya dengan proyek yang mereka umumkan tempo hari, sebenarnya saya tidak memahaminya dan saya juga tidak berpikir itu akan menjadi solusi yang baik. Terlebih lagi, mereka ingin memulai pada 2024, dan kita akan melihat tim mana yang mundur."

 

3 dari 3 halaman

Format Baru Sama Saja

Presiden UEFA Aleksander Ceferin mengangkat piala Liga Champion saat pengundian babak Semi Final Liga Champions di Nyon, Swiss, (21/4). Real Madrid melawan Atletico Madrid dan AS Monaco melawan Juventus. (Jean-Christophe Bott / Keystone via AP)

Format untuk Liga Champions baru akan hampir identik dengan yang diusulkan oleh Liga Super Eropa, dua grup yang terdiri dari 10 pertandingan kandang dan tandang dalam divisi mini untuk kemudian mencapai babak sistem gugur.

Florentino Perez menegaskan, jika Liga Super Eropa benar-benar tinggal wacana, maka seluruh tim yang terlibat bakal bangkrut. Kecuali jika mereka diselamatkan oleh pemerintah setempat.

"Perbaiki sebelum 2024, atau semua klub bangkrut! Akan ada pemberontakan tim saat mereka bangkrut, karena satu-satunya yang akan bertahan adalah klub yang dibiayai negara atau yang dimiliki oleh orang kaya," katanya memungkasi.

Sumber: Diario AS

Berita Terkait