Kisah Rizki Dwi Febrianto, Ikut Konvoi Saat Arema Juara Saat Masih SD dan Kini Jadi Pemain Singo Edan

oleh Iwan Setiawan diperbarui 26 Jul 2021, 09:45 WIB
Rizky Dwi Febrianto ikut konvoi Arema sejak di sekolah. (Iwan Setiawan/Bola.com)

Bola.com, Malang - Bek kanan Arema FC, Rizky Dwi Febrianto bukan putra daerah Malang. Namun sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) ternyata dia sudah jadi fans tim berjuluk Singo Edan.

Hal di atas tentu agak aneh mengingat Rizky Dwi Febrianto lahir dan besar di Jember. Kebanyakan pemain asal daerah itu cenderung main di Persebaya. Andi Vermansyah salah satunya.

Advertisement

"Waktu masih SD, setiap liburan sekolah saya ke Malang. Karena berkunjung ke rumah saudara. Sempat diajak nonton Arema juga. Dan waktu Arema juara (ISL 2010) saya ikut konvoi dengan suporter di Malang,” kata bek 24 tahun itu.

Sejak itulah, Rizky Dwi Febrianto memendam hasrat bermain untuk Arema. Di tahun 2020, mimpi itu terwujud.

Ditanya lebih detail saat pengalaman konvoi, sampai saat ini dia masih ingat betul. Dia menceritakan menggunakan baju berwarna biru. Maklum, waktu itu dia masih belum memiliki jersey atau baju Arema. "Yang saya ingat waktu itu pokoknya pakai baju warna biru. Tapi hanya sehari saja saya ikut konvoi,” kenangnya.

Ketika Arema juara ISL 2010, Aremania di Malang sempat menggelar konvoi seminggu penuh. Perayaan itu akhirnya dihentikan pihak Kepolisian untuk menghormati pengguna jalan lainnya.  

Saat ini, pastinya Rizki Dwi Febriyanto ingin konvoi tapi dengan status sebagai pemain Arema. Hanya saja keinginannya baru bisa terjadi ketika pandemi virus corona sudah berlalu.

Biasanya konvoi dilakukan Aremania ketika momen ulang tahun klub pada 11 Agustus. Tapi besar kemungkinan pemerintah setempat akan meniadakan konvoi.

 

 

 

 

 

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Dari Jember

Pemain Arema FC, Rizky Dwi Febrianto, saat berlatih di Lapangan Ketawang sembari menjalani ibadah puasa Ramadhan. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Di daerah asalnya, Jember, Rizky Dwi Febrianto menceritakan cukup banyak suporter Arema. Maklum, daerah itu tidak memiliki klub yang berkiprah di Liga 1.

Sehingga mayoritas masyarakat mendukung klub lain asal Jawa Timur. Tapi yang dominan tentu Arema dan Persebaya. "Kalau di Jember campur. Aremania banyak juga,” lanjutnya.