Indonesia Rebut 2 Emas, 3 Perak dan 4 Perunggu di Tokyo, Prestasi Terbaik di Sepanjang Sejarah Paralimpiade

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 05 Sep 2021, 15:15 WIB
Ganda campuran Indonesia yang meraih emas di Paralimpiade Tokyo 2020, Leani Ratri Oktila/Hary Susanto. (NPC Indonesia)

Bola.com, Jakarta - Kontingen Indonesia menyudahi perjuangan di Paralimpiade Tokyo 2020 dengan hasil gemilang. Tim Merah Putih membawa pulang dua medali emas, tiga perak, dan empat perunggu. 

Dua medali emas Indonesia dihasilkan dari cabang bulutangkis, yaitu nomor ganda putri dan ganda campuran. Ganda puti Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah mempersembahkan emas pertama pada Sabtu (5/9/2021). 

Advertisement

Kepingan emas kedua sumbangkan oleh ganda campuran SL3-SU5 Leani Ratri Oktila/Hary Susanto. Dalam babak final di Yoyogi National Stadium, Jepang, Minggu (5/9/2021), Ratri/Hari mengalahkan pasangan Prancis, Mazur Lucas/Noel Faustine straight game 23-21, 21-17.

Bagi Indonesia, raihan medali di Paralimpiade Tokyo 2020 merupakan prestasi terbaik dalam sejarah keikutsertaan di ajang bergengsi tersebut. 

Sebelumnya, Indonesia menorehkan prestasi terbaik pada Paralimpiade 1976, dengan raihan 2 emas, 1 perak, dan 3 perunggu. 

Chef de Mission Indonesia, Andi Herman, memuji pencapaian dua emas di ajang Paralimpiade Tokyo 2020 memiliki bermakna luar biasa.

 

2 dari 3 halaman

Melebihi Target

Leani Ratri Oktila dan Khalimatus Sadiyah. (Twitter/BadmintonTalk)

“Raihan emas kedua bagi kontingen Indonesia ini bukan saja prestasi luar biasa bagi bangsa Indonesia tetapi juga merupakan sebuah sejarah bagi NPC Indonesia yang meraih medali di Paralimpiade,” ucap Andi Herman, Chef de Mission Kontingen Indonesia, melalui rilis yang diterima Bola.com

“Selain perjuangan yang berat dari pemain Indonesia tetapi hasil ini juga memberikan inspirasi bagi kita bahwa atlet Indonesia bisa berprestasi di kancah dunia,” cetus Andi.

“Jadi hasil ini merupakan prestasi yang luar biasa karena mampu melebihi target awal yang kami tetapkan sebelum berangkat ke Paralimpiade 2020,” tegas Andi Herman.

Sayangnya harapan Leani Ratri Oktila mempersembahkan tiga medali emas bagi Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020 gagal terwujud. Saat tampil di final tunggal putri SL4, pemain yang dijuluki Ratu Parabadminton itu takluk di tangan wakil China, Cheng Hefang, 19-21, 21-17, 16-21.

Ratri mengaku kurang istirahat karena proses tes doping yang memakan waktu cukup lama. Namun demikian, Ratri juga mengakui bahwa lawannya kali ini tampil lebih baik.

Selain itu fokusnya juga terpecah karena selain tunggal putri, Ratri juga tampil di final ganda campuran SL3-SU5 bersama pasangannya Hary susanto.

"Saya cukup puas dengan hasil yang saya dapatkan sejauh ini. Untuk saat ini saya harus mengakui bahwa lawan saya lebih baik dari saya. Tadi malam, tes doping memakan waktu begitu lama sehingga saya kelelahan ketika selesai, saya tidak punya energi lagi,” jelas Ratri.

Pada hari ini, Indonesia juga menambah satu medali perunggu yang disumbangkan oleh Fredy Setiawan yang mengalahkan jagoan India, Tarun 21-17 dan 21-11 di tunggal putra SL4.

Tambahan tiga medali ini menjadikan Indonesia mengoleksi dua emas, tiga perak dan empat perunggu.

 

 

 

 

3 dari 3 halaman

Raihan Medali Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020

Lifter Ni Nengah Widiasih meraih medali perak pada Paralimpiade Tokyo 2020 setelah turun di kelas 41 kg putri.

Medali emas: Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah, Leani Ratri Oktila/Hary Susanto

Perak: Ni Nengah Widiasih, Dheva Anrimusthi, Leani Ratri Oktila

Perunggu: David Jacobs, Saptoyoga Purnomo, Suryo Nugroho, Fredy Setiawan

Berita Terkait