Timnas Indonesia: Ramai Rumakiek dan 4 Pemain Spesialis Pemecah Kebuntuan untuk Singkirkan Chinese Taipei

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 11 Okt 2021, 08:45 WIB
Timnas Indonesia - Evan Dimas, Egy Maulana Vikri, Asnawi Mangkualam (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Buriram - Timnas Indonesia tinggal membutuhkan hasil imbang untuk lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Asia 2023. Untuk itu, pelatih Shin Tae-yong perlu mempersiapkan para pemain terbaiknya ketika menantang Chinese Taipei.

Timnas Indonesia akan menghadapi Chinese Taipei dalam leg kedua Play-off Kualifikasi Piala Asia 2023 di Chang Arena, Buriram, Thailand, Senin (11/10/2021).

Advertisement

Pada pertemuan pertama, Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Chinese Taipei 2-1. Namun, kemenangan itu belum memuluskan jalan tim berjuluk Skuad Garuda ini untuk melaju ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Asia 2023.

Selisih satu gol tentu rawan bagi Timnas Indonesia, apalagi Chinese Taipei mampu mengantungi gol tandang. Shin Tae-yong perlu menurunkan sejumlah pemain yang dapat mengubah jalannya pertandingan.

Satu di antaranya adalah Ramai Rumakiek. Winger berusia 19 tahun itu bermain fantastis pada leg pertama. Di partai debutnya, Ramai sukses mencetak gol pertama bagi Timnas Indonesia.

Namun, debut Ramai Rumakiek bersama Timnas Indonesia berakhir prematur. Dia harus diganti pada menit ke-27 karena cedera otot kaki yang bengkak. Namun, Shin Tae-yong memastikan Ramai telah pulih dan dapat bermain pada leg kedua.

Selain Ramai Rumakiek, siapa lagi pemain spesialis pemecah kebuntuan di Timnas Indonesia? Simak ulasan Bola.com.

2 dari 5 halaman

Evan Dimas

Evan Dimas mencetak gol pertama Timnas Indonesia ke gawang Chinese Taipei dalam leg pertama babak Play-off Kualifikasi Piala Asia 2023 di Chang Arena, Buriram, Kamis (7/10/2021). (PSSI).

Evan Dimas menyelamatkan produktivitas Timnas Indonesia. Gelandang berusia 26 tahun itu mampu menggantikan peran striker sebagai mesin gol bagi Skuad Garuda.

Evan Dimas menjadi satu-satunya pemain yang selalu mengukir gol ketika Timnas Indonesia mencetak pada tahun ini.

Evan Dimas mencatatkan namanya di papan skor ketika Timnas Indonesia kalah 1-3 dari Oman pada partai uji coba, imbang 2-2 melawan Thailand di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia, dan menang 2-1 atas Chinese Taipei pada leg pertama Kualifikasi Piala Asia 2023.

Di tangan Shin Tae-yong, peran Evan Dimas berubah. Pemain Bhayangkara FC itu tidak lagi menjadi gelandang box to box, melainkan gelandang serang yang posisinya berada di belakang striker.

3 dari 5 halaman

Egy Maulana Vikri

Gelandang Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri. (Instagram PSSI).

Egy Maulana Vikri baru dimainkan sebagai pemain pengganti pada leg pertama. Namun, gelandang berusia 21 tahun itu mampu memberikan dampak besar.

Egy Maulana Vikri, yang masuk pada menit ke-27 untuk menggantikan Ramai Rumakiek, menjadi pemain Timnas Indonesia dengan jumlah tendangan ke gawang terbanyak dengan sembilan tendangan.

Merujuk dari peluang yang didapatkannya pada leg pertama, Egy Maulana Vikri dapat menjadi pembeda. Pemain berkaki kidal itu tinggal mengasah penyelesaian akhir untuk menyumbangkan gol bagi Timnas Indonesia.

4 dari 5 halaman

Kadek Agung

Selebrasi pemain Timnas Indonesia, Kadek Agung usai menjebol gawang Thailand dalam pertandingan babak kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Al Maktoum, Dubai, Uni Emirat Arab, Kamis (3/6/2021). (Foto: Dok. PSSI)

Kadek Agung berperan sebagai pemain pengganti pada leg pertama. Gelandang Bali United itu diturunkan pada menit ke-72 untuk menggantikan Ricky Kambuaya.

Sebagai gelandang, insting mencetak gol Kadek Agung cukup paten. Pemain berusia 23 tahun itu adalah pencetak satu dari dua gol Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia pada Juni 2021.

Kadek Agung punya kelebihan menyelinap di lini belakang lawan. Situasi itu yang membuatnya mampu membobol gawang Thailand pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia.

5 dari 5 halaman

Asnawi Mangkualam

Pemain Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam (kanan), menggiring bola saat melawan Chinese Taipei pada Play-off Kualifikasi Piala Asia 2023 di Buriram, Thailand, Kamis (7/10/2021). (PSSI)

Asnawi Mangkualam menjalani peran berbeda pada leg pertama. Shin Tae-yong memainkan bek berusia 22 tahun itu layaknya Joao Cancelo di Manchester City.

Ketika Timnas Indonesia membangun serangan, Asnawi Mangkualam lebih banyak berada di tengah, alih-alih sisi sayap kanan yang menjadi posisinya.

Perubahan peran itu cukup menguntungkan bagi Asnawi Mangkualam. Pemain Ansan Greeners ini lebih fleksibel dalam membantu serangan, baik lewat sisi sayap maupun tengah.

Pada leg pertama, Asnawi Mangkualam terangkum sebagai pemain dengan operan berhasil terbanyak dengan 79 operan.

Penetrasi, dribel, dan teknik individu Asnawi Mangkualam dibutuhkan Timnas Indonesia untuk membahayakan gawang Chinese Taipei.

Berita Terkait