Reaksi Jonatan Christie Setelah Oleng Melawan Tunggal Thailand di Piala Thomas 2020

oleh Wiwig Prayugi diperbarui 11 Okt 2021, 23:45 WIB
Kemenangan sempurna Indonesia dibuka oleh Jonatan Christie. Pemain yang kerap dijuluki Jojo tersebut, mampu menumbangkan wakil Aljazair, Youcef Sabri Medel dengan skor telak 21-8 dan 21-8 dalam waktu 23 menit. (Badmintonphoto/Yves Lacroix)

Bola.com, Aarhus - Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie keok dari Kunlavut Vitidsarn (Thailans) pada fase grup A Piala Thomas 2020 di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Senin (11/10/2021) malam.

Peraih emas Asian Games 2018 itu kalah dua gim langsung 10-21, 14-21.

Advertisement

Jonatan Christie punya beban besar untuk menyumbangkan poin dan membuat Indonesia unggul. Namun, pemain yang akrab disapa Jojo itu malah terus tertekan sepanjang gim pertama. Dia benar-benar dibuat tak berkutik oleh Kunlavut. 

Jonatan Christie akhinya kalah pada gim pertama dengan skor telak 10-21. 

"Saya kurang sabar dan banyak melakukan kesalahan sendiri," ujar Jojo setelah kekalahannya.

"Ketika lawan bermain cepat, saya sebenarnya lebih diuntungkan. Tetapi saya kurang sabar dan akhirnya banyak mati sendiri. Begitu lawan mengubah dengan bermain pelan, saya juga terbawa. Ketika dia memperlambat tempo permainan, saya jadi kurang nyaman," ujar Jonatan Christie dalam rilis resmi PBSI.

2 dari 2 halaman

Mentok

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie gagal mengikuti jejak rekannya, Anthony Ginting lolos ke perempatfinal cabang bulu tangkis Olimpiade Tokyo2020. Jojo kalah 2 gim langsung di 16 Besar dari wakil Cina, Shi Yuqi, Kamis (29/7/2021) sore WIB. (Foto: AP/Dita Alangkara)

Menurut asisten pelatih tunggal putra Irwansyah, pola permainan Jojo tidak berkembang. 

"Di gim pertama dari awal Jojo terlalu mengikuti pola permainan lawan. Sementara lawan juga mampu mengontrol permainan reli yang dikembangkan. Jojo juga terbawa pola permainan lawan," ujar Irwansyah.

Pada gim kedua, Jojo memimpin hingga 14-12. Namun setelah itu, kembali Jojo membuat kesalahan-kesalahan sendiri. 

"Di gim kedua, awalnya Jojo sudah bermain baik hingga memimpin terus. Setelah itu kembali ragu-ragu dan tidak percaya diri dengan pola permainan yang dikembangkan. Dia lagi-lagi kurang sabar. Itulah yang membuat Jojo kalah," sebut Irwansyah.

Berita Terkait